Kamis, 23 September 2010

2 kupu kupu diranting yang sama

Semenjak menjadi ulat
Senyum dan tatapmu hanya sekali kulihat
Saat angin mengalir disela dedaunan
Kau menunduk sambil sesekali mencuri lihat
Dan enTah kenapa
Sebuah pohon yang kita sebut rumah
Tiba tiba saja ambruk kedalam monster besi beroda enam
Bunyi gergaji membuat kita ngeri
Menderu menyisakan asap dan debu
Hari ini, aku pasti merelakan dirimu
Kutempuh semua perjalanan, melewati musim dan cuaca
Aku bermeditasi mencari persejatian diri
Melalui hidup metamorfosa
Meninggalkan jasad hingga musnah
Aku pun terbang melintasi dedaunan
Aku menemukanmu dengan warna indah
Kita hinggap pada ranting yang sama
Belum sempat aku menyapamu...
Ada jejaring menjera kita, ada cairan membasahi tubuh kita
Perlahan kita membeku
Sebelum berakhir sempaat kucatat :
Kita berada dalam rumah kaca selamanya..

Related Posts:

  • Menunggu Pelangi “Pelangi!! Ayo kesini! Hujannya lumayan deras nihh! Nanti sakit loh!” teriakku sekencang – kencangnya ke arah Pelangi yang dari tadi mengincar air hujan yang berjatuhan. “ Bentar donk! Lagi seru main sama air nih! Lagian … Read More
  • Surat Dalam Hujan Selalu demikian di bulan Nopember ini. Hujan benar-benar mewarnai hari. Sore. Ya, pukul empat lebih, hujan seperti pantulan manik-manik kaca menderas seketika dengan anggunnya. Aku menyesal, sumur di luar pasti akan keruh… Read More
  • Impian Yang Kadas MATAHARI bersinar cerah. Bel istirahat berdering. Suara ribut para siswa pun mulai terdengar. Sebagian besar siswa dari kelas satu sampai kelas tiga keluar kelas. Tak terkecuali kelasku. Hampir semua temanku keluar kelas … Read More
  • Dia Ta'kan pernah Tau PEREMPUAN itu terus saja menenteng ijazah anaknya. Setiap tempat di kotanya telah ia datangi, tetap dengan membawa ijazah tersebut. Kemudian, ia mulai menyusuri tempat lain dengan merambah tempat-tempat lain di sekitar ko… Read More
  • "delay lagi delay lagi" gerutuku. 3 jam telah berlalu seharusnya aku dah sampai jogja tapi kenyataanya aku masih di Jakarta. dalam kegelisahan itu mataku tertangkap pada tulisan besar COFFE CAFE aku tersenyum dan aku mula… Read More

2 komentar: