Sabtu, 03 Maret 2012

Selamat datang di Tabalong, Districk of South Borneo



Seharusnya tulisan ini terbit lebih awal daripada tulisan gw yang sebelumnya, yaitu Mess UT di km adaro tanjung kalsel, namun karena suatu hal tulisan ini baru saja gw munculin tepat sesaat setelah Mess UT terbit. Ya, sebenernya ini lebih ke gara gara sibuk saja kok..hahah ( sok sibuk lebih tepatnya ). Ya udah, daripada membahas yang nggak penting, mari kita simak saja tulisan yang berikut ini. Dijamin masih hangat dan fresh from opeeen..hhe

Perjalanan kali ini adalah dalam rangka site orientation pertama gw. Nantinya gw akan sering mondar mandir ke seluruh Indonesia guys ^_^, hal ini tidak lepas dari posisi baru gw sebagai seorang welding inspector site and service di tempat kerja gw.

Pertama kali menginjakkan kaki di Borneo adalah ketika gw turun dari pesawat Garuda Indonesia yang telah menerbangkan gw langsung dari Jakarta menuju bandar udara Samsudin noer Banjarmasin Kalimantan Selatan. Perjalanan udara memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit. Namun karena perbedaan waktu antara Jakarta dan Banjarmasin, so perjalanan terasa lama. Ya iyalah, beda 1 jam guys, inget WIB ketika dikonversi ke WITA kan..? hhe, kalo kaga inget balik aja deh lu ke SD..wkwkw.

Lanjuuut dolo aja deh, setelah dari bandara, gw langsung dijemput sama pak Ulin, sopir dari  travel yang uda menjadi langganan dari perusahaan tempat gw bekerja. Orangnya sangar men, tapi ternyata setelah lama terlibat perbincangan, dia orangnya asik juga.. Ohh Good, sekali lagi jangan pernah menilai seseorang dari tampangnya aje yaah. Perjalanan dari Bandara menuju ke mess Patria di KM 34 jalur hauling tambang Adaro ini memakan waktu lebih kurang 6-7jam, pfuuh so melelahkan banget wis pokok e cuk. Sepanjang jalan jaNgan harap lu akan melihat bangunan2 mewah ataupun sawah, Yang ada just hutan dan tanah tanah yang gersang. Maklum lah guys, Kalimantan.

Nggak lupa gw makan dolo disebuah warung pinggir jalan, sekalian mau nyobain masakan khas sini maksudna..hehe. Belum kerja malah uda makan doloan,hahaha. Yang namanya hidup itu harus makan loohm jadi makan untuk bekerja, bukan bekerja untuk makan. Disini gw pesen menu namanya nasi ikan pesang. Kalo dijawa mah sejenis ambek iwak wader rek, iwak kali sing panganane tai kui loo...wkwkwk. Skip aja deh peristiwa makan makan ini. So lanjut langsung yaah......

Setibanya di Kota Tanjung, aku merasakan sesuatu yang belum pernah gw rasakan sebelumnya. Maklum, sebelum berangkat ke Tanjung Tabalong ini gw uda search di mbah gugllle dot crot. Katanya mbah gugle, di Tanjung Tabalong ini banyak banget dijumpai penyakit2 seperti malaria, aids dan juga rabiessss..hiiii. Pantesan aja, disini banyak juga loh anjing yang dengan mudahnya berkeliaran bebas, kayak ayam aje kalo di Trenggalek, tempat gw dilahirkan dolo.

Ketika melewati teNgah kota Tanjung gw melihat ada tugu api. Jadi apinya itu katanya selalu menyala gitu dah. Denger2 kalo api itu berasal dari pipa gas alam pertamina J Pulau kaya neh si Kalimantan, sampe2 gas alamnya aja dibuang2 percuma hanya untuk menyalakan obor ditengah kota...hhe
Oke dah, sampai segini dulu ceritanya. Yang pasti Tanjung TabaLong aku yakin akan memberikan gw kenangan yang sangat indah nantinya .

0 komentar:

Posting Komentar