This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 23 Mei 2010

Honda Scoopy, Style Motor Retro

Honda Scoopy, Style Motor Retro

Honda Scoopy

Honda Scoopy, sebuah motor yang bergaya Style Motor Retro Clasik (Classic). Hal ini akan memenuhi ke inginan para pecinta motor retro dan meramaikan pasar motor bergaya jadul, karena saat ini trend motor clasik aka retro lumayan populer di masyarakat. Bila kita lihat dijalanan trend motor retro ini makin disukai, banyak yang mendandani skutiknya menjasi ala retro. Membuat motor itu unik dan beda dari yang lain.

Nah.. Kabar baik nya, skutik-skutik retro seperti Yamaha Fino, Suzuki Jelato 125, dan Honda Scoopy akan segera meluncur di pasar motor Indonesia dan Honda yang akan pertamakali merambah segmen ini dengan icon terbaru motor skutik retroya yaitu Honda Scoopy.

Ini adalah terobosan baru yang akan diulakukan PT Astra Honda Motor (AHM) yang menjadi produsen sepeda motor di Indonesia. Kabarnya Honda ada rencana memasukan varian skutik retro mereka yakni Scoopy ke pasar motor Indonesia. Dengan tampilannya yang segar, Scoopy diprediksi bisa jadi alternatif dimana saat ini seluruh motor skutik yang ada masih bergaya konvensional atau pun futuristik.

Honda Scoopy sendiri muncul di Thailand sejak September tahun lalu. Mengusung sasis dan mesin yang hampir mirip dengan Honda Icon yang disini bernama Honda BeAT, Scoopy kini jadi tren skutik retro di Negeri tersebut. Rencananya AHM akan melepas skutik retro Scoopy bulan Mei ini.

Di Indonesia, Scoopy mengusung mesin Beat , 110 cc. Sedangkan di Thailand, skuer ini menggunakan mesin dengan sistem injeksi. Harganya, sekitar Rp 13-14 juta per unit, mengisi segmen di bawah Vario Techno CBS. Ini membuat anda makin penasaran? Mari kita lihat foto-foto dan preview Honda Scoopy berikut ini :

Honda Scoopy, Style Motor Retro

Skutik+Baru+Honda+Scoopy

Bagaimana menurut anda dengan tampilan Honda Scoopy, Style Motor Retro, apa anda tertarik? Silakan bagikan pandangan anda di kolom komentar dibawah ini :)

GooGle TV

Google TV, Antara Internet dan TV

Google TV produk baru GoogleSingkatnya, Google TV adalah campuran antara TV dan internet. Baru-baru ini Google merekrut barisan yang solid sebuah perusahaan berteknologi tinggi untuk membantu memperkenalkan Google TV, layanan baru yang menggabungkan dunia yang dapat diprediksi dari program televisi dengan bentangan lebih rumit dari Web.

Google TV, perusahaan yang diperkenalkan pada konferensi pengembang tahunan di sini, memungkinkan orang mengunjungi situs Web dari televisi mereka dan mudah mencari program dan video Web tanpa bergulir melalui direktori berat di layar TV.

Layanan ini akan dibangun menjadi TV definisi tinggi dan Blu-ray player yang dibuat oleh Sony dan set-top box yang dibuat oleh Logitech, yang juga membuat periferal PC seperti keyboard. Hal ini didukung oleh perangkat lunak Google Android, awalnya dikembangkan untuk smartphone. Perangkat akan dijual di musim gugur.

Mari kita nantikan Google TV ini, saya pun tak sabar menantikannnya. Tangan sudah gatal-gatal untuk mencoba produk baru dari Google ini. bagaimana dengan anda? Mari berbeda pendapat di kolom komentar tetnang Google TV

0.facebook.com and Advantages

Facebook Zaro, 0.facebook.comWhen talking about 0.Facebook.Com Free Mobile Facebook , now is the time we share about the advantages of Facebook Zero or Facebook 0. The advantages 0.Facebook.Com is twofold. As I explain in writing 0.Facebook.Com Free Mobile Facebook is the speed and the use of which is free.

By accessing Facebook 0 you can enjoy various facilities such as Facebook, updating status, reading News Feeds, comment or simply 'Like' a thing, send and reply to messages, write on your Wall relations, and various facilities which can be found on Facebook.com , but to speed up access, 0.facebook.com not display photos directly, you have to click on the image to see it, and if you do this then you will be charged data access.

The second advantage, all access to Facebook 0, free. In collaboration with various operators, Facebook 0 can be accessed for free at no charge, users will be charged if they access the image or access other sites and out of 0.facebook.com, for example a link from your relationship on Facebook. There will be a notification that contains information about the imposition of fees, each time the user out of 0.facebook.com.

Given the bundling promotion Facebook and mobile phone operator or vendor is very intense, and our users are addicted to Facebook, this step may not be very influential, especially for those who are used to access the mobile version of Facebook or use the touchscreen and Opera Mobile are able to compress data so that costs could be cheaper, but apparently the operators as well as more targeted Facebook users a new in many countries, particularly Indonesia, which its market share is still wide open, and free image, which is favored by users of this country, will be able to attract more new users.

30 tahun PAC-MAN (1980-2010) dan Google

30 tahun 
PAC-MAN (1980-2010)Telah 30 tahun sudah game PAC-MAN dan Google pun memperingatinya dengan cara menampilkan ilustrasi PAC-MAN di halaman depan Dewa mesin pencari itu. Bagaimana tidak PAC-MAN adalah sebuah game komputer bergenre arcade yang sangat melegenda. Untuk ukuran sekarang mungkin game ini terkesan sangat sederhana. Namun di era awal 80-an di mana game komputer saat itu masih sangat sederhana, Pac-Man merupakan salah satu game favorit. Rule-nya sangat sederhana yaitu berusaha mempertahankan PacMan tetap hidup dengan memakan item yang tersedia sebanyak-banyaknya dan terhindar dari hantu yang akan memakanya.

Silakan Anda lihat sendiri sekarang dan mainkan. Dan memang Google selalu membuat tampilan halaman depan spesial dalam rangka mengingat ulang tahun tokoh besar dunia atau peristiwa penting dunia. PAC-MAN lahir dari barisan dot matrix pada decade 80’an, Pac-man pada masa itu menjadi teman / sahabat bagi para video game maniac yang mungkin memainkannya setiap hari. Namco sebagai developer sekaligus publisher game ini mungkin tidak menyangka kalau charcter yang bisa di tiru oleh anak SD sekalipun mampu bertahan, dan bahkan berevolusi hingga hari ini.

Baru-baru ini, satu badan international “ guinnes book of world records gamer edition” memberikan apresiasi untuk Pac-man sebagai character video game paling popular sepanjang masa, bahkan pac man berhasil mengungguli Mario bross yang berada ke-2 setelah pac-man.

Pada tahun 2005, game Pac-man juga mendapatkan pengakuan dari lembaga pencatat record dunia ini, yaitu sebagai mesin video game koin yang paling banyak dimainkan oleh seluruh orang di dunia ini.

Kini di usia yang ke 30 tahun, Pac-Man mempunyai banyak varian yang telah dikembangkan untuk bermacam-macam platform mesin game. Bukan hanya tampil untuk memenuhi keinginan console user, atau Pc user, namun varian Pac-man juga telah ramai hadir di mobile game version.

Untuk gamer setia Indosat, mungkin tidak banyak koleksi pac-man di arena games, tapi bulan depan mungkin hampir semua varian pac-man dapat kita download secara resmi di handphone andalan gamers.

jenis Kado sesuai Zodiak

  • CAPRICORN
21 Desember – 19 Januari
Kado Berdasarkan Zodiak Capricorn
Capricorn tipe yang selalu menghargai setiap yang di terimanya, tidak pernah memandang kado dari besar dan kecilnya, melainkan soal kualitas bagus.Akan lebih senang kalau diberi hadiah yang klasik dan tidak bakal ketinggalan jaman.

- Buat Cewek
CD lagu-lagu favoritnya.
Novel cinta klasik.
Blus dengan model feminin.
Alat make-up.
Frame foto.

- Buat Cowok
Alat-alat tulis
Alat-alat olah raga kesukaannya
Dasi , perlu di ingat-ingat, jangan yang bermotif bunga !!!
  • AQUARIUS
20 Januari – 18 FebruariKado Berdasarkan Zodiak Aquarius
Kado buat Aquarius agak sedikit susah, karena karakternya yang khas.
Agak konservatif alias klasik dan lebih memilih yang warnanya netral atau transparan.

- Buat cewek
Bunga asli bukan bunga plastik/kertas, 1 tangkai atau berupa buket.
Baju bermotif kotak-kotak kecil dengan warna lembut.
Hadiah berdasarkan pada hobi si cewek juga sangat cocok.

- Buat cowok
Buku-buku ilmiah atau tentang kemajuan teknologi. Apalagi yang banyak gambarnya.
Kemeja bergaris dengan warna yang tidak terlalu terang.
Kaus kaki.
Ikat pinggang warna netral.
  • PISCES
19 Februari – 20 MaretKado Berdasarkan Zodiak Pisces
Perhatian, itu yang paling penting buat Pisces. tidak terlalu berharap akan kado yang penting sudah ingat saja dan memberikan ucapan, bagi mereka yang berbintang Pices sudah lebih dari cukup.
Perlu di ingat, saat anda memberikan kado sertakan pula lengkap dengan kartu ucapan. Mereka akan senang sekali menyimpannya sebagai kenang-kenangan.

- Buat cewek
Kado buatan sendiri, misalnya puisi atau kerajinan tangan.
Baju tidur yang lembut.

- Buat cowok
Pesawat pajangan yang belum dirakit
Puzzle
Jigsaw atau games lain yang penuh tantangan.
VCD film favoritnya.
Majalah tentang motor dan otomotif.
  • ARIES
21 Maret - 20 AprilKado Berdasarkan Zodiak Aries
Selalu antusias dan gembira tiap kali menerima hadiah apapun, tidak peduli dengan bungkusnya.
Karena itu tidak perlu repot-repot menghias bungkus kado buat sang Aries, soalnya mereka biasa merobek langsung bungkusnya.

- Buat cewek
Buku-buku cerita fiksi ilmiah
Buku-buku tentang kerajinan tangan.
Buku-buku pengetahuan
Pernak-pernik rambut, scarf atau kerudung tipis
Cincin fungky yang eye catching dengan warna terang.

- Buat Cowok
T-shirt dengan gambar yang tidak terlalu ramai.
Sweater super gombrong, asalkan bukan warna yang norak atau terlalu “genjreng”.
Buku tentang biografi orang sukses.
Alat pancing juga bisa.
Hadiah berdasarkan pada hobi si cowok juga sangat cocok.
  • TAURUS
21 April - 20 MeiKado Berdasarkan Zodiak Taurus
Biasanya Taurus akan melihat hadiah secara keseluruhan, bungkus, kartu ucapan, tampilan kado serta isi. Karena dari situlah mereka akan menilai perhatian yang diberikan oleh si pemberi kado.
Bila ingin menarik perhatian si Taurus, moment pemberian kado di waktu yang tepat akan
menambah rasa sayangnya ke anda.

- Buat Cewek
Pajangan pecah belah yang terbuat dari gelas atau keramik, dengan motif feminin dan lembut.
Scarf atau berbagai aksesoris dari macam-macam bahan dan jenis.
Kacamata hitam yang nyaman.
Perlengkapan untuk merawat tubuh atau rambut.

- Buat Cowok
Sesuatu yang lagi di butuhkan saat itu.
Handuk kecil saat dia berolah raga
Ransel kanvas saat dia mau arung jeram.
Makanan saat dia lapar bisa jadi merupakan kado special untuknya.
Untuk yang kreatif, spidol atau rapidol boleh juga.
  • GEMINI
21 Mei - 20 JuniKado Berdasarkan Zodiak Gemini
Gemini menyukai keindahan, kata-kata yang tertulis dalam kartu ucapannya, puisi atau kata-kata indah dalam kartu ucapan bisa jadi nilai plus kado kamu!
Gemini itu selalu membalas kado yang di terimanya.

- Buat Cewek
Alat-alat make-up
Peralatan mandi.
Sepatu dengan model terbuka seperti sepatu sendal.
Tas model apapun pasti akan suka, asalkan modelnya abadi dan sederhana.
Boneka imut.

- Buat Cowok
Setir mobil.
Sarung tangan dan segala yang berhubungan dengan dunia otomotif.
Miniatur kapal terbang.
Komponen komputer serta aksesorisnya boleh juga jadi pilihan.

  • CANCER
21 Juni – 20Kado Berdasarkan Zodiak Cancer
Warga cancer suka menyimpan pemberian dari siapapun dan dalam bentuk apapun kecuali makanan.
Orang Cancer mengingat dengan baik apa yang pernah diterimanya.
Karena itu kalau mau memberi kado padanya, cari yang tahan lama.
Kalaupun hadiahnya tidak tahan lama, sebaiknya sisipkan kartu mungil untuk disimpan.

- Buat Cewek
Perhiasan mungil berupa anting, cincin, gelang atau liontin yang terbuat dari perak.
Tempat perhiasannya yang unik dan terbuat dari kayu.
CD lagu-lagu memori bakal bikin dia sangat menyukainya.

- Buat Cowok
Perangko lama.
Lukisan juga bisa sebagai penambah koleksinya.
Yang suka olahraga, bola bertanda tangan pemain softball andalannya.
Topi sportif penunjang aktifitas luar.
Bacaan yang kocak model komik bisa juga jadi pilihan.
  • LEO
21 Juli - 21 AgustusKado Berdasarkan Zodiak Leo
Daya tarik sebuah kado sangat kuat buat mereka, dan itu bakal kelihatan jelas lewat matanya yang berbinar.
Memang nggak biasa menilai kado dari bendanya, tapi jangan bohongi Leo dengan bungkus kado yang indah tanpa isi yang sebanding. Bisa ngamuk!!!..

- Buat Cewek
Kue tart kecil dengan sebatang lilin.
Tiket menonton konser musik bisa jadi surprise yang menyenangkan.
Satu cone ice cream.
Sekotak coklat bisa jadi pilihan berikutnya. .

- Buat Cowok
Sebuah pin kecil atau bross
Dasi bercorak garis menjadi pilihan.
Celana panjang dengan banyak kantung.
Tas model simple dengan panjang tali yang cukup untuk diselempangkan.
Buku-buku berbahasa asing juga cocok di jadikan kado.
  • VIRGO
22 Agustus - 22 SeptemberKado Berdasarkan Zodiak Virgo
Jadi alternatif kado buat orang Virgo sangat beragam.
Orang Virgo jarang melihat kado dari harganya. Yang penting pas buat dia.
Orang Virgo siap kok menerima kado apa saja.

- Buat Cewek
Pajangan untuk ditaruh di kamar atau meja belajar.
Jam duduk, bolpoin atau foto dirinya hasil jepretanmu sendiri.
Cirinya, berbentuk unik atau bergambar tokoh kartun kesukaannya.
Time planner berwarna cerah berguna mengingat jadual kegiatan cewek Virgo.

- Buat Cowok
Buat yang hobi berkebun, sarung tangan tahan air dan kuat akan disukai.
Walkman, discman lengkap dengan CD terbaru.
Games yang penuh tantangan.
Buku musik juga boleh, asal bukan lagu-lagu romantis isinya.
  • LIBRA
23 September – 22 OktoberKado Berdasarkan Zodiak Libra
Tipe Libra ini suka memperlihatkan kadonya kepada orang lain, jadi usahakan memberi kado yang bagus buat si Libra.
Menurut si Libra sendiri, mahal bukan ukuran.

- Buat Cewek
Hadiah yang di sukai ialah hadiah yang bisa menambah cantik dan wangi. Misalnya talc atau sabun dengan keharuman bunga lembut.
Tas sekolah dengan ukuran besar dan warna netral.
Kaus kaki, dengan motif warna warni!

- Buat Cowok
T-shirt putih yang pas di badan, polos atau dengan sedikit gamba.
Pernak-pernik aksesoris mobil atau motor kesayangannya.
Dompet model sportif dari bahan terpal.
Untuk yang mempunyai jiwa seni, beri kuas dan alat melukis.
  • SCORPIO
23 Oktober – 22 NovemberKado Berdasarkan Zodiak Scorpio.
Orang-orang Scorpio umumnya punya gengsi tinggi, semangat dan antusiasme yang khas.
Untuk hadiah, sesuatu yang ‘berkelas’ alias bermerk dan bisa menaikkan gengsinya akan disukai – bahkan dipuja.
Karena itu perlu dana besar untuk memberi kado padanya.
Tapi bukan berarti kado yang tidak berkelas atau tidak mahal tidak mendapat perhatiannya lho.

- Buat Cewek
Farfum.
Body lotion.
Sabun mandi atau body foam, bakal mereka terima dengan senang hati.
Juga tas kecil pelengkap penampilan atau tank top.
Jangan lupa semua dari merk favorit.
Traktir makan di resto populer dan berkelas.

- Buat Cowok
Hiasan meja sportif,
Poster dari pemain bola basket andalan atau kaset dari group musik idolanya.
foto kamu berdua dalam figura juga layak buat kado.
  • SAGITARIUS
23 November – 25 DesemberKado Berdasarkan Zodiak Sagitarius.
Umumnya mereka sangat menghargai kado apapun yang diberikan.
Tapi akan lebih senang lagi kalau benda itu ada hubungan dengan dirinya.
Bisa yang mengusik memori atau sesuatu yang membuatnya yakin bahwa kamu benar-benar mengenalnya.

- Buat cewek
Sesuatu yang bertuliskan namanya atau ciri khasnya seperti cincin atau liontin.
Bolpoin, notes, atau handuk.
Pernak-pernik hiasan.
Makin kecil dan rumit membuatnya, cewek Sagitarius akan makin menghargainya.
Alat make-up berupa lipstik atau bedak, dari merk yang selalu dipakainya.

- Buat Cowok
Tahu hobi dan kegemarannya? Berarti beres!
Soalnya kado yang paling disukai adalah apa yang berhubungan dengan hobinya itu!
Buku-buku tentang fotografi.
Wisata yang penuh dengan gambar-gambar bagus.
Perlengkapan naik gunung yang belum dimilikinya.
Peta juga dapat di andalkan sebagai kado.

Field Direction and Intensity


Field Direction
As discussed previously, determining the direction of the field is important when conducting a magnetic particle inspection because the defect must produce a significant disturbance in the magnetic field to produce an indication. It is difficult to detect discontinuities that intersect the magnetic field at an angle less than 45o. When the orientation of a defect is not well established, components should be magnetized in a minimum of two directions at approximately right angles to each other. Depending on the geometry of the component, this may require longitudinal magnetization in two or more directions, multiple longitudinal and circular magnetization or circular magnetization in multiple directions. Determining strength and direction of the fields is especially critical when inspecting with a multidirectional machine. If the fields are not balanced, a vector field will be produced that may not detect some defects.
Depending on the application, pie gages, QQI's, or a gauss meter can be used to check the field direction. The pie gage is generally only used with dry powder inspections. QQI shims can be used in a variety of applications but are the only method recommended for use in establishing balanced fields when using multidirectional equipment.
Field Strength
The applied magnetic field must have sufficient strength to produce a satisfactory indication, but not so strong that it produces nonrelevant indications or limits particle mobility. If the magnetizing current is excessively high when performing a wet fluorescent particle inspection, particles can be attracted to the surface of the part and not be allowed to migrate to the flux leakage fields of defects. When performing a dry particle inspection, an excessive longitudinal magnetic field will cause furring. Furring is when magnetic particles build up at the magnetic poles of a part. When the field strength is excessive, the magnetic field is forced out of the part before reaching the end of the component and the poles along its length attract particles and cause high background levels. Adequate field strength may be determined by:

  • performing an inspection on a standard specimen that is similar to the test component and has known or artificial defects of the same type, size, and location as those expected in the test component. QQI shims can sometimes be used as the artificial defects.
  • using a gauss meter with a Hall effect probe to measure the peak values of the tangent field at the surface of the part in the region of interest. Most specifications call for a field strength of 30 to 60 gauss at the surface when the magnetizing force is applied.
  • looking for light furring at the ends of pipes or bars when performing dry particle inspections on these and other uncomplicated shapes.
Formulas for calculating current levels should only be used to estimate current requirements. The magnetic field strength resulting from calculations should be assessed for adequacy using one of the two method discussed above. Likewise, published current level information should also be used only as a guide unless the values have been established for the specific component and target defects of the inspection at hand.
Using a Pie Gage
A pie gage is placed copper side up and held in contact with the component as the magnetic field and particles are applied. Indications of the leakage fields provide a visual representation of defect direction within the component. Pie gages work well on flat surfaces, but if the surface is concave or convex, inaccurate readings may occur. The pie gage is a flux sharing device and requires good contact to provide accurate readings.
Using Quantitative Quality Indicator (QQI) Shims
Quantitative Quality Indicator (QQI) flaw shims are used to establish proper field direction and to ensure adequate field strength during technique development. The QQI flaw shim is the most efficient means of determining balance and effectiveness of fields. The QQI's are also flux sharing devices and must be properly attach so as not to allow particles to become trapped under the artificial flaw. Application using Super glue is the preferred way of attaching the artificial flaw, but does not allow for reuse of the shims. Shims can also be attached with tape applied to just the edge of the shim. It is recommended that the tape be impervious to oil, not be fluorescent, and be 1/4 to 1/2 inch in width.
The QQI must be applied to locations on the component where the flux density may vary. One example would be the center area of a yoke or Y shaped component. Oftentimes, the flux density will be near zero in this area. If two legs of a Y are in contact with the pad in circular magnetization, it must be determined if current is flowing evenly through each leg. A QQI on each leg would be appropriate under such conditions.
QQI's can be used to establish system threshold values for a defect of a given size. By attaching a QQI shim with three circles (40%, 30% and 20% of shim thickness) to the component, threshold values for a specific area of the component, can be established. Begin by applying current at a low amperage and slowly increasing it until the largest flaw is obtained. The flux density should be verified and recorded using a Hall effects probe. The current is then increased until the second circle is identified and the flux density is again recorded. As the current is further increased, the third ring is identified and the current values are recorded.
Hall Effects Gauss Meter
There are several types of Hall effects probes that can be used to measure the magnetic field strength. Transverse probes are the type most commonly used to evaluate the field strength in magnetic particle testing. Transverse probes have the Hall effect element mounted in a thin, flat stem and they are used to make measurements between two magnetic poles. Axial probes have the sensing element mounted such that the magnetic flux in the direction of the long axis of the probe is measured.
To make a measurement with a transverse probe, the probe is positioned such that the flat surface of the Hall effect element is transverse to the magnetic lines of flux. The Hall effect voltage is a function of the angle at which the magnetic lines of flux pass through the sensing element. The greatest Hall effect voltage occurs when the lines of flux pass perpendicularly through the sensing element. If not perpendicular, the output voltage is related to the cosine of the difference between 90 degrees and the actual angle. The peak field strength should be measured when the magnetizing force is applied. The field strength should be measured in all areas of the component to be inspected.

Inspection Using Magnetic Rubber


The magnetic rubber technique was developed for detecting very fine cracks and is capable of revealing finer cracks than other magnetic techniques. Additionally, the technique can be use to examine difficult to reach areas, such as the threads on the inside diameter of holes, where the molded plugs can be removed and examined under ideal conditions and magnification if desired. The tradeoff, of course, is that inspection times are much longer.
The techniques uses a liquid (uncured) rubber containing suspended magnetic particles. The rubber compound is applied to the area to be inspected on a magnetized component. Inspections can be performed using either an applied magnetic field, which is maintained while the rubber sets (active field), or the residual field from magnetization of the component prior to pouring the compound. A dam of modeling clay is often used to contain the compound in the region of interest. The magnetic particles migrate to the leakage field caused by a discontinuity. As the rubber cures, discontinuity indications remain in place on the rubber.
The rubber is allowed to completely set, which takes from 10 to 30 minutes. The rubber cast is removed from the part. The rubber conforms to the surface contours and provides a reverse replica of the surface. The rubber cast is examined for evidence of discontinuities, which appear as dark lines on the surface of the molding. The molding can be retained as a permanent record of the inspection.
Magnetic rubber methods requires similar magnetizing systems used for dry method magnetic particle tests. The system may include yokes, prods, clamps, coils or central conductors. Alternating, direct current, or permanent magnets may be used to draw the particles to the leakage fields. The direct current yoke is the most common magnetization source for magnetic rubber inspection.

Wet suspension magnetic particle inspection


Wet suspension magnetic particle inspection, more commonly known as wet magnetic particle inspection, involves applying the particles while they are suspended in a liquid carrier. Wet magnetic particle inspection is most commonly performed using a stationary, wet, horizontal inspection unit but suspensions are also available in spray cans for use with an electromagnetic yoke. A wet inspection has several advantages over a dry inspection. First, all of the surfaces of the component can be quickly and easily covered with a relatively uniform layer of particles. Second, the liquid carrier provides mobility to the particles for an extended period of time, which allows enough particles to float to small leakage fields to form a visible indication. Therefore, wet inspection is considered best for detecting very small discontinuities on smooth surfaces. On rough surfaces, however, the particles (which are much smaller in wet suspensions) can settle in the surface valleys and lose mobility, rendering them less effective than dry powders under these conditions.
Steps in performing an inspection using wet suspensions
Prepare the part surface - Just as is required with dry particle inspections, the surface should be relatively clean. The surface must be free of grease, oil and other moisture that could prevent the suspension from wetting the surface and preventing the particles from moving freely. A thin layer of paint, rust or scale will reduce test sensitivity, but can sometimes be left in place with adequate results. Specifications often allow up to 0.003 inch (0.076 mm) of a nonconductive coating (such as paint) and 0.001 inch max (0.025 mm) of a ferromagnetic coating (such as nickel) to be left on the surface. Any loose dirt, paint, rust or scale must be removed.
Apply the suspension - The suspension is gently sprayed or flowed over the surface of the part. Usually, the stream of suspension is diverted from the part just before the magnetizing field is applied.
Apply the magnetizing force - The magnetizing force should be applied immediately after applying the suspension of magnetic particles. When using a wet horizontal inspection unit, the current is applied in two or three short busts (1/2 second) which helps to improve particle mobility.
Inspect for indications -
Look for areas where the magnetic particles are clustered. Surface discontinuities will produce a sharp indication. The indications from subsurface flaws will be less defined and lose definition as depth increases.

We will never die


Istilah Bonek,akronim bahasa Jawa dari Bondho Nekat (modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan Persebaya Surabaya, walaupun ada nama kelompok resmi pendukung kesebelasan ini yaitu Yayasan Suporter Surabaya (YSS).
Istilah bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989[rujukan?] untuk menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek adalah suporter pertama di Indonesia yang mentradisikan away supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertandang ke kota lain) seperti di Eropa.[rujukan?] Dalam perkembangannya, ternyata away supporters juga diiringi aksi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadi radikal dan anarkis. Jika mengacu tahun 1988, saat 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya - Persija, tidak ada kerusuhan apapun.
Secara tradisional, Bonek memiliki lawan-lawan, sebagaimana layaknya suporter di luar negeri. Saat era perserikatan, lawan tradisional Bonek adalah suporter PSIS Semarang dan Bobotoh Bandung. Di era Liga Indonesia, lawan tradisional itu adalah Aremania Malang, The Jak suporter Persija, dan Macz Man fans PSM Makassar. Di era Ligina, Bonek justru bisa berdamai dengan Bobotoh Persib Bandung dan Suporter PSIS Semarang.
Beberapa peristiwa kekacauan yang disebabkan "Bonek mania" antara lain adalah kerusuhan pada pertandingan Copa Dji Sam Soe antara Persebaya Surabaya melawan Arema Malang pada 4 September 2006 di Stadion 10 November, Tambaksari, Surabaya. Selain menghancurkan kaca-kaca di dalam stadion, para pendukung Persebaya ini juga membakar sejumlah mobil yang berada di luar stadion antara lain mobil stasiun televisi milik ANTV, mobil milik Telkom, sebuah mobil milik TNI Angkatan Laut, sebuah ambulans dan sebuah mobil umum. Sementara puluhan mobil lainnya rusak berat. Atas kejadian ini Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman (sebelum banding) dilarang bertanding di Jawa Timur selama setahun kepada Persebaya, kemudian larangan memasuki stadion manapun di seluruh Indonesia kepada para bonek selama tiga tahun.
Sekitar Agustus 2006, bonek dijatuhi sanksi lima kali tidak boleh mendampingi timnya saat pertandingan away menyusul ulah mereka yang memasuki lapangan pertandingan sewaktu Persebaya menghadapi Persis Solo di final divisi satu. Ironisnya, tahun 2005, Persebaya justru rela dihukum terdegradasi ke divisi satu gara-gara mundur di babak 8 besar. Pihak klub beralasan untuk melindungi bonek agar tidak disakiti.
Namun tidak selalu Bonek bertindak anarkis ketika kesebelasan Persebaya kalah. Tahun 1995, saat Ligina II, Persebaya dikalahkan Putra Samarinda 0 - 3 di Gelora 10 November. Tapi tidak ada amuk Bonek sama sekali. Para Bonek hanya mengeluarkan yel-yel umpatan yang menginginkan pelatih Persebaya mundur.
Saat masih di Divisi I, Persebaya pernah ditekuk PSIM 1 - 2 di kandang sendiri. Saat itu juga tidak ada aksi kerusuhan. Padahal, jika menengok fakta sejarah, hubungan suporter Persebaya dengan PSIM sempat buruk, menyusul meninggalnya salah satu suporter Persebaya dalam kerusuhan di kala perserikatan dulu.

Selaksa Rindu dari Pesantren

 Cerpen Dari Seorang Teman......

Matahari pagi menyentuh pipiku. Berpendar pasi, seperti juga dedaunan. Sepi. Aku merentangkan kedua tanganku lebar-lebar, berharap aku bisa terbang dan menikmati seluruh ciptaan Tuhan dari atas sana. Mataku belum terbuka sepenuhnya, tapi tiba-tiba aku menatap sebuah amplop berwarna jingga di depan pintu kamarku. Kuambil lalu kubaca untuk siapa surat ini. Aku tersentak, surat ini untukku. Di sana terpampang jelas namaku, “untuk : VIDIANO LUCAS JOSEPH”.            Aku heran, tak ada nama pengirim maupun alamat di baliknya. Dengan perasaan yang penuh tanda tanya aku segera merobek surat itu, lalu perlahan aku membaca isinya.                                                                                                 6 Mei 2009Assalamualaikum…            Semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada setiap manusia. Apa kabar Lucas? Semoga kau tetap baik-baik saja. Alhamdulillah, keadaanku jauh lebih baik saat ini dibandingkan pada saat kita terakhir bertemu akhir tahun lalu.            Sekarang, aku sudah bekerja menjadi guru di sebuah Pondok Pesantren di Jawa Timur. Menyenangkan sekali ternyata menjadi guru itu. Padahal sejak dulu aku tak pernah punya cita-cita untuk mengamalkan ilmuku pada makhluk-makhluk kecil Allah yang ternyata sangat membutuhkan uluran tanganku.            Pesantren yang asri dan damai. Jauh dari kebisingan dan kemacetan kota yang sering aku alami beberapa waktu lalu. Sepertinya, aku ingin menghabiskan seluruh hidupku di tempat ini. Mengamalkan semua ilmu yang kumiliki sehingga aku bisa mengabdikan seluruh hidupku pada Allah yang Esa. Hanya pada Allah, Tuhanku.            Lucas, sejujurnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu melalui secarik kertas putih ini. Masih ingatkah kamu, di saat kita bersama? Tertawa, menangis dan memperjuangkan cinta kita? Sebenarnya aku masih sangat ingin merasakan itu semua bersamamu, hanya bersamamu. Namun, jika aku memaksakan untuk terus bersamamu, aku egois!            Maafkan aku Lucas, cinta memang datang begitu saja, tapi pergi seringnya menyisakan luka. Aku mengenalmu karena kebaikanmu, aku mulai mencintaimu karena ketulusanmu, sedangkan aku pergi meninggalkanmu karena aku mencintaimu. Bila sekarang ada seseorang yang menanyakan siapa yang paling aku cintai, aku jawab Tuhanku, jika seseorang itu masih bertanya maka akan aku jawab orangtuaku, namun bila pertanyaan itu tak berhenti di sini, maka dengan yakin akan aku jawab “kamu”!            Kamu tahu, jika perbedaan kita sangatlah mendasar. Sebuah perbedaan lazim antara manusia namun tak pernah jadi lazim jika salah satu di antara kita ingin menyamakan. Lucas, setelah kita berpisah akhir tahun lalu, sering mataku merah bahkan bengkak karena aku tak bisa lupakan semua kebaikanmu. Sering bibirku tersenyum pada semua lelaki namun hatiku menangis mengingatmu. Kadang aku berpikir, masihkah kau merasakan apa yang aku rasakan? Masihkah kau menyimpan senyumku di dasar hatimu? Atau masihkah kau ingat saat indah bersamaku? Aku tak pernah tahu, karena sekali pun kau tak pernah memberitahuku.            Bagaimana cerita cintamu sekarang, Lucas? Apakah kau masih mencintaiku seperti dulu? Atau apakah kau menemui wanita yang lebih baik dariku? Jika aku sudah tergantikan di hatimu, aku turut berbahagia meskipun hatiku teriris perih. Jika belum, aku sedih mendengarnya meskipun hatiku bersorak gembira. Jahatkah aku? Entahlah Lucas, maafkan aku mengenai ini.            Lucas, terima kasih untuk semua pengorbananmu selama ini. Dulu, kau selalu setia menungguku saat aku masih sholat, padahal aku sering lupa untuk mengantarmu kebaktian di gereja. Terima kasih untuk sms kamu tengah malam yang membangunkanku untuk sholat malam, padahal aku tak pernah mengingatkanmu untuk doa malam dan terima kasih untuk ketupat dan opor ayam yang kau bawakan saat Idul Fitri, padahal aku sering alpa memberi kamu kado natal. Kau tahu, semua itu takkan pernah terlupa begitu saja.            Aku sangat mencintaimu Lucas, namun kau tahu jika aku jauh lebih mencintai Tuhanku. Karena Dia aku masih bisa bernafas sampai saat ini, aku masih bisa merasakan milyaran kenikmatan yang Dia hamburkan padaku. Bukankah kau juga jauh lebih mencintai Tuhanmu daripada aku? aku mengerti itu Lucas.            Lucas, bukannya aku tak ingin bersatu denganmu. Bukannya aku tak ingin memilikimu segenap perasaan. Bukannya aku tak mencintaimu. Namun, bagaimana bisa aku mencintaimu sementara aku tak pernah mencintai Tuhanmu? Ingatkah kamu, sebuah kalimat yang sering kita ucapkan saat kita ingat tentang perbedaan kita? Bahwa, cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai pergi membawa kebahagiannya. Meski, sekarang aku dan mungkin kamu, merasakan sakit yang luar biasa dengan perpisahan ini, yakinlah jika kita berada di jalan Tuhan. Jalan yang membawa kita ke kebahagiaan abadi.            Maafkan aku Lucas, karena aku mengingatkanmu kembali tentang ini semua. Aku harap kamu bisa memaafkanku dan membingkai cerita cinta kita dalam bingkai terindah hatimu, lalu biarkan bingkai itu terpaku rapi di sudut hatimu tanpa perlu lagi kau mengusiknya. Aku juga akan melakukan hal yang sama denganmu.            Lucas, aku hanya bisa berdoa semoga Tuhan selalu memberimu petunjuk untuk tetap melangkah di jalan yang benar. Amien…            Wassalamualaikum…                                           Lila            Mataku berubah jadi kabut. Membawa sepercik putik air. Hanya menunggu sepersekian detik untuk tumpah ruah. Aku merasa sunyi dan sepi. Teringat akan semua tentang Lila, gadis kecil yang mampu merebut dan mencuri seluruh hatiku. Aku ingin mengkristalkan lagi percik air yang menggumpal di mataku. Namun, tak pernah sanggup aku melakukan itu, tak pelak buliran-buliran kecil itu halus menetes menderas menjadi hujan di antara kesunyianku saat ini.            Aku berlutut di hadapan patung Kristus. Menciumi kalung salib yang sedang aku pakai sekarang. Aku berdoa agar aku mampu membingkai indahnya cerita cintaku tanpa harus mengusiknya lagi. Aku mohon agar Lila memperoleh kebahagiaan yang ingin diraihnya dan aku juga mohon agar cintaku pada Tuhan Yesus tak berkurang sedikit pun walau apa pun yang terjadi. Kupandangi fotoku dan Lila di samping kanan patung Kristusku, aku menciumi gadis mungil yang rambutnya selalu tertutup oleh jilbab panjangnya itu. Kemudian aku beralih pada fotoku di depan megahnya Rumah Yesus, teringat jika sebentar lagi aku akan menjadi seorang pastur yang akan menyerahkan seluruh hidupku pada Kristus, tak terbagi! Aku ingin melayani Tuhan dalam seluruh hidup dan matiku.**                                                                                    My room, May 5, 2009

Cinta Itu Buta


""kau Hempaskan tubuH ini . . .kau goReskan Luka Hati . . .takkan aku kenang Lagi . . .tuLus cinta yang kau beRi . . .peRgiLaH cintaku . . .Lupakan diRinya . . .takkan aku ingat Lagi . . .sakit Hati yang kau beRi . . .peRgiLaH cintaku . . .biaRkan beRLaLu . . ."""HuuHuuuu....hiks hiks hiks..."Di sudut keLas teRLiHat seoRang gadis Remaja sedang duduk sambiL menangis teRsedu. Dia baRu saja mengaLami HaL teRbuRuk didaLam Hidupnya. Dia tak peRnaH membayangkan HaL ini sebeLumnya. Saat ia baRu saja mencicipi asam manisnya gejoLak peRasaan Remaja.Ya,, dia baRu saja diputuskan oLeH oRang yang sangat ia sayangi...mantan pacaRnya. Dia menangis di kesendiRiannya. Lagu biaRkan beRLaLu HeLLo teRus meneRus ia putaR tanpa meRasa bosan. Dia HancuR. Hatinya sakit. Sangat tidak siap meneRima semua kejadian ini. SetengaH daRi jiwanya teRbang entaH kemana. Tega meninggaLkan ia seoRang diRi. Ia tak punya pegangan."Kamu kenapa nangis...???" datang seoRang cowo mengHampiRinya. Tampaknya cowo ini menaRuH peRHatian yang besaR pada cewe itu."UdaH,, kamu jangan nangis yaa... apapun masaLaH yang gi kamu Hadepin,, kuncinya cuma ikHLas..." kata sang cowo menenangkan.Tangis cewe itu muLai meReda."Hiks...Hiks..Hiks...."Si cewe mengangkat kepaLanya untuk meLiHat siapakaH oRang yang ada disampingnya yang beRusaHa untuk menenangkannya itu."Aku ngeRti yang kamu Rasain saat ini..." cowo itu beRkata kembaLi."Adit...???!" cewe itu sangat kaget ketika meLiHat siapa oRang yang ada disampingnya saat ini. Adit,, nama cowo itu Hanya teRsenyum menanggapinya.Bukannya beRHenti menangis,, tangis cewe itu semakin keRas dan menyayat Hati. Ia sudaH tak kuat Lagi. Ia sungguH buta. Mengapa seLama ini ia tak menyadaRi baHwa ada seseoRang yang dengan tuLus menyayanginya dan sungguH peRHatian padanya. Bukannya maLaH mengHianati dan peRgi meninggaLkannya.Tangis cewe itu bukanLaH untuk menangisi mantan pacaRnya yang dengan tega memutuskannya sepiHak. Tapi tangis penyesaLan kaRena teLaH menyianyiakan seseoRang yang sangat beRHaRga bagi dia."Dit,, maaFin aku ya... Hiks...seLama ini...Hiks...Hiks...""UdaH,, jangan diteRusin,, aku kan gak bisa maksain peRasaan kamu... Lagian aku tuLus kok sayang ma kamu... Meski sayang ini cuma sepiHak..." SambiL teRsenyum Adit beRkata demikian.Vanni tRenyuH mendengaRnya."Maafin aku ya dit...maaF..aku buta...buta kaRena cinta buta..."

"delay lagi delay lagi" gerutuku. 3 jam telah berlalu seharusnya aku dah sampai jogja tapi kenyataanya aku masih di Jakarta. dalam kegelisahan itu mataku tertangkap pada tulisan besar COFFE CAFE aku tersenyum dan aku mulai teringat sesuatu yang akhirnya membuatku harus meninggalkan Jakarta segera.peristiwa itu bermula 1 Tahun yang lalu. satu tahun yang lalu tepatnya aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cewek yang menurutku sempurna dimataku. Merry...ya rosmerry yang membuatku jatuh hati hingga aku lupa apa tujuan pertamaku di Jakarta bukan cari cewek tapi kerja keras."Suka kopi juga?" sapanya pertamakali padaku. " iya, kelihatanya kamu juga ya?" jawabku. dan setelah itu tak ada lagi yang keluar dari mulutnya dihari pertama aku kerja dikantor yang sama dengannya."siapa sih dia rif?" tanyaku "siapa? yang tadi?" jawab arif sambil melihatku."yaiyalah yang tadi" jawabku sedikit tersenyum." oooo merry? cantik kan? tapi sayang dia dah tua umurnya jauh bro dari kamu"jawab arif setengah ngejek."sialan lo mang lo pikir gw naksir" elakku. "alah kebaca dari mata mu EL"ledek arif lagi. dan pertemuan di meja makan itu awal dimana hatiku tak bisa berdusta jika aku jatuh cinta pada merry. setiap hari mataku selalu mencuri senyum dan wajah yang cantik itu.Hingga suatu hari tuhan memberiku kesempatan untuk kenal dan lebih dekat dengan merry. saat itu sabtu sore tiba - tiba si arif sahabatku plus teman kantorku plus teman sekampung plus teman serumah di Jakarta berteriak " El!!!!! BB kamu bunyi terus neh.cek dulu deh kayaknya penting" kata arif di ujung sana."dari sapa seh?" tanyaku masih sambil memainkan bola basket ditangan."gak tau, cek dulu gih"kata arif "alah paling juga dari cewek- cewek magang males gw" kataku sambil mencoba three point dan slupp.. three pointku pun berhasil " heh berhenti dulu mainnya merry neh yang tlp" kata arif sambil angkat BB ku ke atas. seketika akupun berhenti dan langsung mengambil BB yang dipegang arif." haloo mer ada pa"sapaku sambil mengusap keringat dari dahiku." huff.. susah amat ya telp kamu neh EL... BBM g dibales,SMS dicuekin" kata merry di ujung telp " sorry mer..gw lagi main basket sama si arif jadi g kedengeran"jawabku." ya udah deh di maafin,EL bisa nggak gw minta tlg buat anterin aku ke nikahan temen gw, ya kalo kamu mau sih.. habis gw bingung El ngajak siapa" pinta merry," yup bisa kapan?? dress codenya apa?, kamu pake baju apa?" sahutku seketika tanpa pikir panjang lagi.dan seketika aku dengar suara tertawa di ujung telp ya itu suara ketawa merry yang selalu kudengar dikantor."EL semangat bgt sih kamu... bisa nggak kamu siap nanti jam 7 mlm jemput aku di rumah. g ada dress code kok lagian kamu pake baju apa aja juga cakep. tapi just info aku rencana mau pake baju warna coklat" kata merry "oke nanti jam 7 aku jemput kamu" jawabku semangat." oke thanks ya EL akhirnya aku punya temen buat ke acara sampai ktm nanti di jam 7"kata merry dan akhirnya telp pun terputus. "yes" teriakku akupun langsung berlari meninggalkan arif dan semuanya. dalam hatiku hanya terpikir malam ini aku akan jujur sama merry tentang perasaanku selama ini. seketika lamunanku buyar dengan suara telp dari arif "hallo knp rif" tanyaku "heh dodol knp lo tinggalin gw sendiri dan kabur aja kayak dikejar setan gw plg naek apa?" kata arif diujung telp "hahahaha sorry bro gw harus plg segera masalahnya merry ngajakin gw pergi. bro kayaknya hari ini gw harus jujur sama dia"kataku " kamu serius El?kamu yakin? EL mending lo pikir lagi deh, merry itu 31 tahun sedangakan kamu baru 25 tahun, EL cewek cakep kayak merry itu banyak lagian si inta juga suka sama kamu" jawab Arif " rif cinta itu apa adanya rif dan aku nggak main -main soal merry, kamu bener rif cewek cantik itu banyak tapi cewek yang low profil dan g mau sombong dengan yang dia punya itu jarang. dan itu yang aku temukan di merry" jawabku serius." oke lah terserah lo El tapi sebagai temen gw cuma pgn kamu pikirin dulu sebelum kamu menyesal nanti" kata arif " aku g akan nyesal sama keputusanku rif, tenang aja btw ntar kamu plg naek taxi aja ya ke rumah.n sorry bro mobil mo gw pake jadi lo malming ma sari pake motor dulu ya hahahha" jawabku terakir diujung telp.
Jam 7 malam tepat ku jemput merry dirumahnya "Selamat malam merrynya ada tante?" sapaku pada ibu yang membukakan aku pintu." EL ya? merry dah banyak cerita ttg kamu silahkan masuk" jawabnya.apa yang diceritakan merry ya tentang aku? pertanyaan itu timbul seketika di benakku.5 menit kemudian muncul sesosok wanita anggun dengan gaun coklat berdiri dihadapanku " ayo EL kita berangkat" katanya padaku. ya... itu merry, anggun dan mempesona malam ini. setelah pamit kitapun pergi ke pernikahan teman merry. di jalan, diresepsi hingga pulang aku terlalu terpesona dengan merry sifatnya, keanggunannya membuatku yakin bahwa aku jatuh cinta dan merry telah mencuri hatiku habis tak tersisa. hingga saat ku antar merry kembali ke rumah aku masih diam dan masih mataku masih mencuri melirik wajahnya yang cantik." EL makasih ya dah mau temenin aku" kata merry di depan pintu sebelum dia masuk."merry bisa aku minta waktu sebentar "pintaku "oh iya knp EL ada yang bisa aku bantu" kata merry sambil berbalik keluar. "merry aku tau ini mengejutkan dan tanpa persiapan dan aku tau ini mungkin akan jadi aneh kedengaranya tapi sungguh mer... aku tak ingin bohong pada hatiku, merry.... aku jatuh cinta sama kamu mungkin ini konyol atau mungkin kamu anggap terlalu cepat namun merry...will you meried me?"kataku dengan sedikit bergetar dan hanya bisa  melihat mata merry yang aku tau heran,terkejut dan ach tak taulah. seketika tubuhku dingin bergetar dan kata - kataku habis tak terucap lagi habis didepan untuk ungkapkan cintaku. tiba -tiba aku lihat tetes air mata jatuh dari pipi merry..."El kamu serius?" kata merry tak percaya.aku tak menjawab aku hanya anggukan kepala dengan cepat dan yakin aku sudah tak mampu katakan apapun di depan merry. " EL I DO"jawab merry pelan sambil memeluku seketika semuanya menjadi terang dan hatikupun tak mampu sembunyikan kebahagian lagi." merry kayaknya aku harus ketemu mama n papa kamu mer untuk ceritakan dan minta ijin tetntang rencana kita mer" pintaku sambil melepas pelukan merry. "sepertinya nggak perlu EL, kamu g sadar ya di atas pintu ada CCTV jadi aku yakin juga kalo orang rumah dah liat dari tadi apalagi pak dal satpam rumah aku " kata merry sambil ketawa dan nunjukin CCTV diatas pintu masuk rumahnya. akupun diam dan tertawa seketika. malam itu malu, bahagia lega dan semuanya jadi satu didiriku. itulah yang membuatku selalu tersenyum ketika melihat ataupun minum kopi ya karena merry. "sayang -sayang jangan melamun aja itu dah dipanggil untuk naik" tiba-tiba lamunanku pecah dengan suara dan sentuhan lembut di pundakku." iya ayo kita pergi ke jogja untuk persiapkan semuanya dan untuk bawa cinta kita yang apa adanya" kataku sambil tersenyum pada merry.

Surat Dalam Hujan


Selalu demikian di bulan Nopember ini. Hujan benar-benar mewarnai hari. Sore. Ya, pukul empat lebih, hujan seperti pantulan manik-manik kaca menderas seketika dengan anggunnya. Aku menyesal, sumur di luar pasti akan keruh lagi airnya, mestinya diberi atap nanti. Hujan. Aku duduk di sini, dekat jendela kaca memerhatikan curahan air yang mengguyur serentak dari udara. Seperti apakah bunyinya? Di atas atap, di dedaunan, di tanah becek, bahkan di kolam ikan yang berderet nun di luar? Aku tak tahu. Sunyi. Kecuali gelegar petir yang menghantam bumi. Ya, hanya itu yang kurasakan. Aku ingat kamu. Aku suka hujan, aku suka suasananya yang begitu kontemplatif. Kurasakan ekstase tertentu jika hujan. Memberiku inspirasi untuk menulis puisi. Bahkan juga menulis surat untukmu dalam suasana hujan kupikir cukup romantis, meski isinya terkadang bernada humor yang ironis. Aku rindu suratmu. Yang selalu hangat dan menggembirakan, simpel dan terkadang menggetarkan. Namun mungkin kamu sudah kecewa dengan kenyataan yang kuungkapkan dalam suratku yang barusan kukirimkan. Mungkin kamu kebingungan dan terpaksa bertanya pada orang yang kebetulan pernah bertemu denganku, entah Mas Herwan FR atau Agus Kresna, meski ada yang merasa tak berhak untuk mengatakan apa-apa karena aku sudah memintanya agar jangan dulu mengabarkan kehadiranku pada orang-orang untuk suatu alasan. Dan rentetan kemungkinan lainnya mengendap dalam benakku. Namun aku harap kamu benar-benar cukup dewasa untuk menerima realita dalam hidup yang penuh ketakterdugaan. Aku kesepian. Apa yang kulakukan. Duduk di kursi sembari mengangkat kaki, dan di rumah hanya ada aku sendiri. Aku membayangkan kamu. Sosok yang tak pernah kutemui. Hanya foto yang kamu kirimkan melengkapi imajinasi: seorang lelaki gondrong yang menarik, dan merasa dirinya secara psikologis sudah dewasa dalam usia 23 tahun. Heran, di luar belasan burung entah apa namanya berseliweran dalam guyuran hujan begini, apa yang mereka cari? Barangkali kamu lebih tahu ekologi dan mau berteori? Aku kedinginan. Aliran listrik padam. Barangkali segelas teh manis panas bisa menghangatkan tubuhku. Apakah di Bandung saat ini sedang hujan juga, dan kamu tengah bagaimana? Mengisap A Mild ditemani secangkir kopi panas? Menulis puisi, cerpen, esai, surat, atau tugas mata kuliah? Di kampus, di rumah, atau di suatu tempat entah? Membaca diktat, buku tertentu, karya sastra, atau komik? Di depan monitor komputer, mengobrol, atau nonton TV? Mendengarkan The Doors atau Ebiet G. Ade? Tidur atau makan? Salat Asar atau menggigil kehujanan? Atau mengguyur badan di kamar mandi? Atau tak melakukan apa-apa sama sekali? Cuma Tuhan yang tahu. Relasi yang aneh, katamu, karena lewat surat. Lalu kamu menyuruhku belajar internet biar bisa bikin e-mail dan tak perlu ke perpustakaan konvensional. Dan kamu janji akan mengajariku jika nanti bertemu. Bertemu. Aku juga ingin bertemu kamu. Namun untuk apa? Adakah makna dari pertemuan itu? Kubayangkan kamu sebagai Indra, temanku, yang membagi dunia lewat tangannya. Namun apa kamu bisa bahasa isyarat sederhana cara abjad? Kamu kecewa karena aku tuli? Apakah dalam surat pertamaku aku harus memberitahu siapa diriku secara mendetail? Aku telah mengambil risiko. Begitu pun kamu. Risiko untuk merelasi diri dan berinteraksi dengan orang asing. Sebuah silaturahmi yang kumulai, haruskah berakhir sia-sia? Aku berusaha menerima diriku sebagaimana adanya dan menjadi orang biasa, meski aku tahu orang-orang di sekitarku kecewa. Keluarga, teman-teman, sahabat dekat, sampai siapa saja yang memang merasa harus kecewa. Bertahun-tahun, ada belasan tahun mungkin, sejak usiaku 16 tahun sampai 25 tahun, kujalani hari dengan sunyi, sebuah dunia tanpa bunyi-bunyi. Bisakah kamu bayangkan? Ah, aku tak akan bisa mendengar permainan harmonikamu, lalu membandingkannya dengan permainan harmonika abangku. Atau denting gitarmu dengan Eric Clapton. Atau bagaimana suatu melodi tercipta dari puisi. Aku juga tak akan tahu warna suaramu saat memusikalisasikan puisi, berdeklamasi, menyanyi, tadarus, berperan dalam lakon teater, atau bicara biasa saja. Kamu masih ingat, dalam salah satu suratmu, kamu menulis: Setting: Kamar, 141000 - 21.20 WIB, Dewa 19 - Terbaik-terbaik. Gurun yang baik. Barangkali sekaranglah saatnya! Lalu kamu membiarkan selembar halaman kertas itu kosong. Aku mengerti artinya, kamu ingin aku memutar lagu tersebut, dan membiarkan Terbaik-terbaik bicara. Sesuatu yang tengah menggambarkan suasana hatimu saat itu? Sayang, aku tak bisa melakukannya. Kata teman-teman, lagu itu tentang cinta dan persahabatan. Kurasa aku harus bertanya pada Rie, Indra, atau Nana; apa ada yang punya teksnya? Ironis, bukan? Tampaknya kamu senang menulis dengan diiringi musik. Aku iri padamu. Karena aku ingin tahu juga seperti apa indahnya musik klasik itu, entah Mozart yang kata Indra melankolis; atau Chopin di masa silam, gumam Cecep Syamsul Hari dalam puisi Meja Kayu yang kembali muram-surealis, menulis lagu pedih tentang hujan2; atau tahu di mana letak jeniusnya Beethoven yang mencipta komposisi meski tuli; dan bisa mengerti mengapa ayahku sangat menyukai musik klasik selain country. Aku rindu bunyi gamelan, dan ingin kembali belajar menari. Entah jaipong Jugala, tari klasik Jawa, atau mungkin sendratari seperti yang sering kusaksikan di TVRI waktu kecil dulu. Aku ingin berperan sebagai Drupadi atau Srikandi, perpaduan antara kelembutan dan keperkasaan. Kamu lebih suka karakter Bima? Aku suka karakter Yudistira, ia satu-satunya yang (hampir) berhasil mencapai puncak Mahameru sementara saudara-saudaranya satu per satu berguguran. Kamu tahu artinya, kan? Aku lupa penggalan kisah ini dari komik wayang R.A. Kosasih atau majalah Ananda -- yang pernah kita baca waktu kanak-kanak dulu, meski mungkin dalam dimensi yang berbeda. Sudahlah, setidaknya aku bisa tahu minatmu, dan kamu tahu minatku. Aku tak tahu banyak tentang musik, padahal kamu pasti asyik sendiri dengan The Corrs, Dewa, Kubik, Jim Morrison, bahkan juga Jimi Hendrix. Mengapa sih dalam cerpenmu yang barusan dimuat koran, kamu menulis soal Jimi Hendrix dan Jim Morrison? Itu mengingatkanku pada Abuy teman SMU-ku yang sangat mengidolakan mereka dan senang cerita soal itu padaku, seolah merekalah yang bisa meluapkan kegelisahan terpendamnya yang liar menuju muara kebebasan. Lucu, adakah orang tuli yang begitu besar rasa ingin tahunya tentang sesuatu yang tak mungkin bisa dirasakan. Katakan aku aneh. Aku memang orang aneh. Namun aku juga berharap bisa tahu lebih banyak tentang Iqbal, Rumi, Camus, Dylan, Gibran, Cummings, Malna, sampai Rendra. Ya, itu jika kita bertemu. Mungkinkah itu? Tempias hujan tidak deras lagi, namun kesedihan itu masih menghantam ruang terdalam. Aku butuh kawan. Kamukah orangnya? Tidak, kamu mungkin sudah berharap agar aku jadi seseorang yang ke lima setelah kamu kecewa dengan sekian perempuan yang masuk dalam hidupmu, meski itu terlalu dini karena kita baru tiga kali saling menyurati. Semudah itukah hatimu terpaut, atau kamu cuma ingin mengujiku? Tidak. Aku tak berharap apa-apa darimu. Aku hanya ingin jadi kawanmu. Kawan biasa. Bukan pacar. Meski aku juga ingin punya pacar, sebagaimana perempuan kebanyakan. Seseorang yang membuatku jatuh cinta sungguhan. Seseorang yang mencintaiku apa adanya. Seseorang di mana bisa berbagi dunia. Naifkah? Hujan. Aku kembali memandang ke luar jendela kaca. Di sana gunung begitu dekat dengan latar pepohonan seperti hamparan permadani hijau kebiruan, dan kabut yang mengental; terasa beku dalam pelukan kegaiban-Nya. Ya Tuhan, barusan kulihat kilatan petir membelah langit desa di sebelah utara. Subhanallah, indah sekali bentuknya; kilatan warna perak yang abstrak dengan latar kelabu. Aku membayangkan bagaimana seandainya jika petir tiba-tiba menghajarku. Sudahlah, mungkin lebih baik aku membayangkan diriku sebagai Walter Spies atau Alain Compost; akan kuabadikan keindahan panorama hujan. Tidak. Aku bukan mereka. Aku cuma punya kata-kata. Bukan kuas atau kamera. Namun kata-kata yang berhamburan dari mulutku pasti tak akan kamu mengerti sepenuhnya jika kita berbicara. Kamu akan membutuhkan waktu untuk mengenali warna suaraku yang kacau intonasinya, seperti teman-teman dekatku. Mungkin cukup lama. Apakah kita akan bertemu dan bicara seolah kawan lama dengan akrabnya? Atau kaku lalu merasa sia-sia? Aku bukan May Ziadah, Elizabeth Whitcomb, Mabel Hubbard-Graham Bell, Marlee Matlin, atau Jane Mawar. Atau perpaduan perempuan mana yang pernah kau kenal.Hujan

Menunggu Pelangi


“Pelangi!! Ayo kesini! Hujannya lumayan deras nihh! Nanti sakit loh!” teriakku sekencang – kencangnya ke arah Pelangi yang dari tadi mengincar air hujan yang berjatuhan. “ Bentar donk! Lagi seru main sama air nih! Lagian kalo disitu nanti kita ga bisa lihat pelangi tau!” balas pelangi dari kejauhan. Aku segera mendatanginya. “ Mana Ngi pelanginya?” tanyaku penasaran dengan kata–katanya barusan. Di situ aku pertama kali melihat pelangi yang indaaahh sekali bersama dengan sahabat setiaku, Pelangi.                          Oh iya. Kenalkan namaku Tito. Aku sudah duduk di bangku kuliah. Semester 4. Aku sangat suka dengan dunia balap. Piala dan penghargaan prestasiku di dunia balap juga ga dikit lho. Cuplikan tadi hanya seberkas cerita kecilku bersama sahabatku Pelangi. Dan itu adalah kali pertama kita melihat pelangi bersama – sama dan akhirnya menjadi hobi kita setiap ada hujan.                          Hari ini, begitu indah untuk seluruh keluargaku. Ayah baru saja pulang dari Amerika. Kenangan indah masa kecilku bersama ayahku kembali lagi di benakku. Tami dan Hugo juga terlihat senang. Terutama si Tami, adikku yang paling kecil sekaligus paling manja dan cerewet ini seakan tak mau lepas dari pelukan ayahku. Mama juga memasakkan makanan kesukaan semua anggota keluarga hari ini.                          Tak lama, rintik – rintik hujan mulai berdatangan. Makin lama makin deras. Ikan – ikan dibelakang rumah membiarkan nuansa hening dan damai dari rintik – rintik hujan menambah volume air di habitat mereka. Tumbuhan – tumbuhan juga membiarkan tetesan air membasahi permukaan daun mereka.     Teringat kembali aku akan si Pelangi. Dia masih satu kampus denganku. Ku angkat telepon genggamku yang ada di atas sofa yang sedang kududuki sekarang ini. Aku mencari nomer telepon dari sahabat tercintaku itu. Setelah kutemukan, kutekan tombol berwarna hijau yang ada di antara beberapa tombol lain. Mulailah suara halus dan lembut menjawab panggilanku. Aku mulai berbincang dengan Pelangi dan mengajaknya pergi bersamaku untuk melihat pelangi di angkasa sebelum hujan reda.                            “ Hayo kak Tito janjian sama kak Pelangi yaaa......” tiba – tiba suara si Hugo menyadarkanku dari serunya pembicaraan dengan Pelangi. Segera kutarik kulit tangannya setelah aku menutup telponku dengan Pelangi. “ Apaan sih kamu itu! Masih SMP jangan ikut – ikutan! Kakak mau pergi sama kak Pelangi dulu. Ntar bilangin ke ayah sama mama oke?” aku bertutur kepada adik laki – lakiku yang rese’ ini. Seraya dia menjawab, “ Pake pajak dong kak!”. Aku tercengang. Si Hugo nyengar – nyengir ga karuan. Oke deh, aku kasih dia uang jajan.                            “ Hai! Udah lama ya? “ sapaku dengan menepuk pundak si Pelangi yang sudah menunggu beberapa menit. “ Eh? Oh, enggak kok. Baru 10 menit.” Jawabnya dengan lembut. “ Oh. Sorry ya udah buat nunggu.“ pintaku dengan penuh harap. “ Nggakpapa To. Santai aja deh.” Jawabnya dengan santai dan tulus. Pelangi langsung menunjuk ke langit yang sedang menurunkan air saat itu. Kami berdua langsung tersenyum bersamaan. Bangku taman yang kami duduki terasa hangat dan nyaman. Huft, seperti dulu lagi. Sangat indah saat ini.                           Sungguh romantis situasinya. Sempurna sekali dengan rencanaku yang sudah beberapa tahun kupendam. Aku merentangkan tanganku ke pundak Pelangi. Pelangi yang terkaget segera memandang wajahku. Dengan lirih aku menanyakan hal yang sangat sulit untuk ditanyakan dan dijawab. “Ngi. Ehm.., Pelangi. L, lo, lo mau ga…” aku berusaha bertanya dan mengeluarkan kata – kata. Pelangi menjawab tanyaku yang belum selesai kuucapkan “Mau apa To? Kalo bantuin lo, gue mau kok.”. “ Ituh, bukan. Bukan bantuin gue. Tapi lo mau ga… jadi.. jadi.. pa..” aku ga bisa mengeluarkan kata – kata dengan sempurna. “Huft.. ayo bicara Tito!” aku berbicara pada diriku sendiri dalam hati.                             Mobil Avanza berwarna silver menghampiri kita. “ Eh To. Ga terasa kita udah lama lho disini. Tuh kakak gue udah jemput. Ngomongnya besok dikampus ya. Oke friend??” seru Pelangi bergegas menghampiri mobil kakaknya. “ Eh, Ow. Oke deh. Bye..” aku menjawab seruan pelangi dengan kecewa karena aku ga bisa mengungkapkan rasa yang sudah lama ingin aku ungkapkan. Apa lagi, dia memanggilku ‘friend’, apa mudah buat aku nembak dia??                         Di kampus, aku memulai pelajaran bersama semua teman – temanku yang menambah ceria hari – hariku. Seperti awalnya, anak – anak GALGOBHIN atau pasnya genknya si Rico, anak terpintar,terbaik, dan tersopan di penjuru kampus sekaligus rivalku untuk mendapatkan Pelangi ini menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Pak Fardi yang adalah sang Master dari Matematika.                          Istirahat, aku menemui Pelangi duduk bersama Chika dan Tiwi di kantin. Aku meminta izin pada Chika dan Tiwi untuk berbicara sedikit dengan Pelangi. Dan aku diizinkan. Aku menarik tangan Pelangi ke depan pintu kantin.                              Dag dig dug makin terasa. Makin keras, keras, dan terasa jantung ini akan pecah. Mengapa? Karena aku berhasil dengan lancar menembak Pelangi. Sekarang aku tinggal menunggu jawaban. Kutatap matanya, ia juga menatap mataku. Dan jawaban apa yang kudapat? “Ehm, gimana yah? Oke deh. Tapi kita harus serius dan ga main-main oke?” Jelas saja kubalas “PASTI!!!”.                              Diriku serasa melayang bebas ke udara. Lalu kutemui bidadari di sana. Aku berdansa dengannya dengan disaksikan oleh keluarga dan sobat-sobatku disana. Siapa lagi bidadarinya kalau bukan Pelangi? Kita jadi sering banget jalan berdua. Dan sering juga melihat pelangi bersama-sama.                              Setelah gossip jadiannya aku sama Pelangi tersebar, Rico and friends mendatangi aku. Aduh, dia pasti bakal ngelabrak aku habis – habisan nih. Aku bergegas pergi dari dudukku. Tapi anak buah Rico menarik tas hitamku. Aku jatuh ke lantai dan merasa ketakutan sekali. Apalagi Dido dan Rahman yang bergabung di genk itu adalah juara boxing antar kampus. Keringat dingin bercucur dari dahiku hingga ujung dagu. Perlahan – lahan Rico menjulurkan tangannya. Aku memejamkan mata dengan kuat dan berusaha melindungi kepalaku dengan lenganku. Tapi apa? “ Slamet ya. Ternyata lo yang ngedapetin Pelangi duluan” Itu yang Rico ucapakan. Hah? Bener? Waw. Aku ga nyangka banget ada orang yang baik sampe kaya gitu. Makin seneng deh.                               Besoknya, aku berangkat ke kampus kaya biasa. Naik sepeda motor sama boncengin Pelangi. Pelangi juga memberiku gantungan kunci benang berwarna – warni mulai dari merah dan berurut sampai ungu. Ditengahnya terdapat plastik bertuliskan ‘Rainbow’ dan sekarang kugunakan untuk menghias kunci sepeda motorku.                               Pulangnya aku dikabarkan dengan kabar yang sangat tidak menggembirakanku. Ayahku masuk rumah sakit! Mengapa? Aku juga ga  tau. Intinya, mama meneleponku dan memberitahu kalau ayah masuk rumah sakit. Segera kulajukan dengan cepat Sportbikes menuju rumah sakit.                               Aku melihat mama, Tami dan Hugo terduduk lemas di ruang tunggu. Aku segera menghampiri mama. “ Mama! Gimana ayah?!” bermuka pucat mama menjawab, “Ayahmu kumat lagi To. Padahal sudah lama penyakit ayah tidak muncul.”                                Aku terduduk lesu ke kursi di sebelah adikku Tami. Tami memandangi wajahku dengan raut wajahnya yang pucat dan berusaha menahan tangis. Aku mempersilahkan untuk meletakkan kepalanya di dadaku. Kupeluk erat badan mungilnya. Dengan isak tangis keluargaku benar -  benar dipenuhi haru hari ini,                               Otakku berjalan lambat ke belakang dan membiarkan kotak di pojok otakku memutar kembali memori kita sekeluarga. Aku teringat beberapa minggu lalu saat ayah baru pulang dari Amerika. Keluargaku benar – benar senang dan bahagia. Hingga kutemui Pelangi dan kutembak dia. Saat ayah memberikan oleh – olehnya pada kami. Dan saat Hugo menggangguku ketika bertelepon dengan Pelangi. Oh betapa berbeda sekali dengan hari ini.                                “Tito!!” panggil mama dan menyadarkan lamunanku akan memori beberapa minggu lalu. Mama memberi kertas berisi biaya yang harus dibayar untuk perawatan ayah. “ Segini banyak, Ma?” aku bertanya heran pada mama. Mama menganggukkan kepalanya pertanda kata – kata “ IYA”                            Gimana cara mendapatkan uang sebanyak ini? Aduh… Pikiranku lebih kacau dan makin stress ketika Pelangi berkata ia akan pergi ke Australia. Ya ampun! Apa ada lagi cobaan yang akan menerkamku setelah ini? Ah! Terpaksa aku harus merelakan kepergian Pelangi ke Australia. Tapi kali ini lebih haru lagi yang kurasakan. Hatiku seakan dicabik – cabik. Aku berharap Pelangi bisa mengingatku di sana. Kuharap Pelangi juga akan menepati dan tidak mengingkari belasan janjinya padaku. Baiklah, aku masih punya gantungan kunci dari Pelangi. Aku harus memikirkan caraku mendapatkan uang untuk perawatan ayah. Tapi dimana?                                 Oh iya! Ada Paman Heru! Paman yang paling berjasa di dunia balapku. Aku pergi ke rumah Paman Heru saat itu juga. Aku lihat Paman Heru sedang bersantai di depan rumahnya sambil minum kopi. Aku menyapanya dan mulai berbincang beberapa lama.     “Kamu butuh uang berapa To?” Paman Heru bertanya sambil bersiap mengambil dompet kulit dari saku celananya. “Segini Paman” aku memberikan kertas yang diberikan mama saat di rumah sakit. “ Wah. Banyak nih To. Oke paman mau kasih. Tapi Cuma bisa seperempatnya aja. Sisanya cari sendiri oke?” sahut paman. “Oke deh paman.” Balasku sedikit kecewa. Paman Heru mengeluarkan hampir seluruh isi dompetnya. Ku raih uang itu. Aku mengucapkan terimakasih.                                 “ Ehm, paman. Cari sisanya dimana yah? Maaf ya paman kalo ngrepotin..” “ Aduh dimana ya? Paman Heru udah jarang banget ketemu event – event balap.” Jawab Paman Heru. “ Bener nih Paman? Ngga ada sama sekali?”  tanyaku sekali lagi untuk meyakinkan. “ Ada sih satu. Paman kemarin ketemu satu event. Hadiahnya lumayan gede juga” jawab paman sekali lagi. “Ya udah aku ikut.” Jawabku tanpa pikir panjang. “Tapi yang ngadain Komunitas Bali.” Ujar Paman. “Hah? Bali? Balap Liar paman?” tanyaku dengan  heran. “Iya. Kamu tau kan konsekuensinya?” “Emmmm, oke deh gapapa. Pokoknya ayah sembuh.”                              Setelah kubicarakan hal ini dengan mama, Tami dan Hugo, tak ada yang menyetujui kesepakatanku kecuali Hugo. Hanya dia yang menyemangatiku saat itu. “ Udah To. Kalo ada barang yang bisa dijual, biar mama jual daripada kamu ikut balapan kaya gitu.” Mama melarangku. “ Iya kak. Biar nanti Tami jual gorengan atau apa gitu buat bayar biayanya ayah. Daripada kakak nanti kenapa – napa.” Tami yang masih di bangku SD itu juga berusaha melarang. Tapi keputusanku udah bulat. Aku akan tetap mengikuti balap ini.                             Hari yang kutunggu akhirnya tiba. Sudah siap aku di atas motor balapku ini. Tak lupa ada gantungan kunci dari Pelangi yang menemaniku. Para cewek – cewek di depanku menarik bendera hitam putih di tangan mereka. Segera melaju kami semua. Urutan pertama ada rivalku si Joe. Tapi aku berusaha menyalipnya. Beberapa lap sudah kulewati. Tinggal satu lap lagi. Aku masih di urutan dua. Joe mengencangkan lagi gasnya. Aku juga tak mau kalah. Aku tancap gasku. Kini jarakku dengan Joe hanya beberapa cm! Kutancap lagi gasku! Garis finish sudah ada di depanku. Mataku mulai jeli memainkan trik. Kutancap gas hingga aku berada di depan Joe. Kuhalangi laju motor Joe dengan zig zag. Tinggal sedikit lagi.. Ya, ya, ya.. YESSS!!! Aku berhasil mencapai urutan pertama di garis finish.     Paman Heru berteriak menyemangatiku dari jauh. Para penonton menyoraki dan memberi tepuk tangan untukku. Sangat haru sekali. Sangat memuaskan. Tapi, polisi! Polisi! Polisi! Penonton berlarian kesana kemari. Para pembalap lain melaju kencang tak berarah. Paman Heru berteriak padaku “Tito!!!! Ayo pergi!!!! Paman ga mau kamu ditangkap polisi!!!” “Lhoh kenapa paman???!!!!! Aku kan belum dapat hadiahnya!!!!” teriakku membalas paman Heru. “Tito ini Balap Liar!!!!! Kamu lupa ya????!!!!!!”                                 Jregg. Oh iya!! Aku baru teringat. Kutancap gasku. Aku melaju tanpa arah. Tak kusangka segerombolan cewek centil berlari dengan histeris di depanku. Aku rem motorku dengan sangat mendadak dan dengan kecepatan yang melebihi normalnya. Keseimbanganku goyah. Aku terjatuh dari motorku!                                 Kaki kiriku tertindih body motorku. Sebelum kubebaskan kaki kiriku, kuraih dulu gantungan kunci dari Pelangi. Sedikit lagi…, yah! Aku berhasil membebaskan kakiku! Gantungan kunci dari Pelangi juga sudah kukantongi.                                   Belum aku berdiri dari jatuhku, seorang pembalap dengan motor besarnya segera melindas kedua kakiku dengan kecepatan tinggi. Sakit sekali! Aku mengerang kesakitan. Benar – benar sakit. Lebih sakit daripada hatiku yang tercabik saat Pelangi pergi. Paman Heru datang menghampiriku. Belum sempat aku mendengar Paman Heru berbicara, pandangankupun gelap. Apa ini? Aku sudah mati? Oh aku sudah mati ya. Ternyata  aku sudah mati.                                  Perlahan – lahan aku membuka mataku. Rasanya sudah lama sekali aku tidur. Tapi ada mama di depanku. Tami dan Hugo juga ada. Baunya sama persis ketika aku melihat ayah yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Oh? Aku sedang ada di rumah sakit?                              Aku bangun dari tidurku. Kulihat anggota badanku. Ada yang hilang!! Kakiku!! Mana?? Dimana kedua kakiku? Tertanya peristiwa itu membuat aku kehilangan kedua kakiku. Harusnya aku menuruti nasehat mama dan Tami. Pasti tidak akan seperti ini jadinya. Ah! Tapi nasi telah menjadi bubur. Apa daya??                            “Kak, waktu kakak koma, kak Pelangi dating kesini lho.” Kata Tami saat aku berbaring di ranjang tidur. “ Oh ya? Terus terus? Kak Pelangi bilang apa aja?” tanyaku penasaran dan langsung bangkit dari tidurku. “Enggak bilang apa – apa. Cuma kesini pegang tangan kak Tito terus pulang.” Jelas Tami. “Cuma gitu? Dia ga nitip apa – apa?” aku heran. “ Emm, enggak kok.” Jawab Tami ragu. “oh. Ya udah deh”.                            Siang itu hujan turun. Aku sangat ingat pada Pelangi. Soalnya dia pernah buat janji tiap ada hujan turun dia akan balik buat liat pelangi sama – sama. Dengan bantuan dorongan Hugo, aku menelusuri lorong rumah sakit hingga ke lobby dengan kursi roda. Kutunggu terus hingga Hugo tertidur di atas sofa. Tapi hingga larut ia tak juga datang.                             Namun aku sangat menyesal menunggunya sejak aku melihat surat yang terletak di atas meja. Andai saja waktu Tami bercerita padaku, aku tau kalau di tangannya ada surat dari Pelangi. Surat itu berisi :  “Buat Tito sahabat gue sekaligus pacar gue yang paling  gue sayang. To, gue minta maaf. Gue ga bisa balik lagi buat liat pelangi sama – sama lagi kaya dulu. Soalnya di sini gue udah ketemu ama cowok yang gue pikir bisa dampingin hidup gue. Tolong titip gantungan kuncinya ya. Rawat yang baik oke?”       Itupun belum semua. Yang paling membuat aku menyesal menunggunya semalaman adalah kalimat terakhir dari suratnya. Yaitu: “Gue ga bisa hidup sama orang cacat kaya lo”                            Kini kusadari, pelangi hanya terbentuk dari pembiasan yang tidak nyata. Namun bisa membuat satu cahaya putih menjadi bermacam – macam warna. Tetapi pelangi hanya sementara dan bila tak ada air dan cahaya pelangi hanya akan mengingkari janjinya untuk menyinari dunia.      Sama seperti si Pelangi. Pelangi memiliki ciri – ciri yang kuimpikan namun tidak nyata di hatinya. Ia bisa membuat hidupku berwarna dan ceria. Tapi hiburan itu hanya sementara untukku dan bila tidak ada diriku yang utuh seperti dulu, ia mengingkari janjinya dan berpaling.

Impian Yang Kadas


MATAHARI bersinar cerah. Bel istirahat berdering. Suara ribut para siswa pun mulai terdengar. Sebagian besar siswa dari kelas satu sampai kelas tiga keluar kelas. Tak terkecuali kelasku. Hampir semua temanku keluar kelas ketika jam istirahat. Lama waktu istirahat di sekolahku 30 menit. Sebagian siswa pergi ke kantin. Sebagian pergi ke taman dan perpustakaan. Bahkan, ada juga yang hanya duduk­-duduk di dekat ruang kelas.

Aku dan Rani pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Seperti hari-hari biasa, perpustakaan selalu ramai dikunjungi siswa. Aku dan Rani berpencar di dalam perpustakaan karena kami mencari buku masing-masing. Aku mencari buku tentang sejarah, sedangkan Rani mencari buku tentang teknologi. Kemudian, kami duduk bersebelahan setelah menemukan buku masing-masing dan mulai membacanya.

Suasana di dalam perpustakaan tenang. Lantunan lembut lagu-lagu pop membuat para siswa nyaman ketika membaca buku. Udara dingin dari AC membuat aku dan siswa lain betah di dalamnya. Perpustakaan sekolahku baru saja direnovasi. Gedung perpustakaan sekolahku sekarang bertingkat dan semakin luas. Buku-buku bacaan, majalah pendidikan, dan kamus di perpustakaan ditambah sehingga membuat kami nyaman berada di dalamnya.

Di perpustakaan, kami juga bisa browsing banyak ilmu pengetahuan dan berita melalui internet. Perpustakaan merupakan tempat favoritku. Hampir setiap hari aku mengunjungi perpustakaan. Aku membaca banyak buku. Berbagai macam buku pengetahuan aku baca sebagai bekal ketika aku melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sejak aku duduk di sekolah dasar, aku telah mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi.

Seperti kebanyakan teman-teman perempuanku yang lain, aku selalu membawa bekal jika pergi ke sekolah. Sehingga, aku bisa berhemat. Ujian umum tinggal dua bulan lagi. Seperti biasa, aku tetap rajin belajar. Aku juga menambah jam belajarku menjelang ujian akhir. Aku dan Rani telah mempunyai rencana untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jauh jauh hari kami merencanakannya.

Malam telah menjelang. Aku dan orang tuaku berada di ruang tamu untuk menonton televisi. Kami membicarakan banyak hal. Setelah berapa lama kemudian, orang tuaku membicarakan tentang pernikahan. Aku langsung dapat menebak itu pasti ditujukan untukku. Sudah beberapa kali mereka membicarakan tentang hal tersebut, namun aku selalu tak menghiraukannya.

Untuk kali ini, pembicaraan kami serius. Orang tuaku menyuruhku untuk menikah segera ketika aku lulus sekolah. Posisiku sebagai anak membuatku tak berani untuk membantah, apalagi aku sebagai anak perempuan. Seketika itu mataku berkaca-kaca. Tak lama kemudian, aku pergi ke kamar dan aku menangis. Aku belum sempat menceritakan tentang keinginanku untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hari ke hari beban tersebut selalu membebaniku. Dan, itu merupakan beban batin alami. Dalam hatiku terjadi peperangan antara harus menyetujuinya dan tidak.

Ujian akhir tiba. semua siswa duduk di tempat masing-masing dan siap untuk mengikuti ujian akhir. Semua siswa duduk sendiri-sendiri. Mereka juga diawasi oleh dua pengawas dari sekolah yang berbeda. Aku telah bersiap dengan alat tulis yang kubawa. Kemudian, pengawas itu membagikan lembar soal dan lembar jawaban. Ketika ada perintah untuk mengerjakan soal ujian, segera aku mengerjakan semua soal dengan teliti. Aku optimistis mendapatkan nilai yang bagus dan bisa melanjutkan pendidikanku.

Pada hari pengumuman kelulusan, aku senang. aku mendapatkan nilai tertinggi di sekolahku. Nilai rata-rataku 9. banyak teman dan guruku yang menyanjungku. Beberapa hari kemudian, diadakan acara perpisahan di sekolah.

Aku bersama orang tuaku duduk bersama di ruang tamu. Pertama kami berbincang-bincang tentang kelulusanku. Mereka memuji prestasiku. Tak lama kemudian, kuberanikan diri untuk mengatakan keinginanku melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, seketika itu pula mereka mengatakan bahwa mereka tidak mengizinkanku untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Aku merasa terpukul sekali.

Kemudian, mereka mengatakan bahwa mereka telah mempersiapkan pernikahanku. Bahkan, mereka juga telah menentukan bulan pernikahanku. Mataku berkaca-kaca. Kali ini aku mengungkapkan bahwa aku masih ingin melanjutkan pendidikan, namun mereka tetap bersikeras untuk menikahkan aku dengan lelaki pilihan mereka. Keinginanku tak mereka hiraukan dengan dalih untuk membahagiakanku dan untuk menyejahterakan masa depanku. Butiran air mata jatuh dan membasahi pipiku.

Upacara pernikahan digelar. Banyak kerabat dan sahabat yang datang ke pernikahanku. Rani juga datang ke pernikahanku. Sekarang Rani telah melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Semua tamu tampak senang, begitu juga orang tuaku. Para undangan memberikan ucapan selamat sambil berjabat tangan di atas pelaminan. Aku memberikan senyuman kepada semua tamu yang datang, namun hatiku menangis sejadi-jadinya.

Penulis adalah pelajar Unesa