Rabu, 14 Juli 2010

Welding Inspector BNSP

 
Tanya Jawab Seputar Permasalahan welding inspector teramngkum disini



Dear Rekan milis semua,
Mohon informasi, saran & pendapat tentang sertifikat Welding Inspector yg  dikeluarkan oleh BNSP.
Apakah di Oil & Gas Company yg berada di Indonesia, sertikat tsb  diakui/berlaku/berguna?
So far sy lihat semua qualification di oil & gas jangankan yg overseas yg  local kok belum bisa saya temui, biasanya yg dicantumkan certication CSWIP,  AWS.
Terimakasih,

DARMAYADI

Temans,

Untuk LSP Las ( BNSP ) hanya bisa mengeluarkan sertifikat sampai Welding Inspector saja, sementara Welding Engineer belumkarena SKKNI nya belum ada.
Untuk sertifikasi pengelasan Indonesia induknya masih di Asosisasi Pengelasan Indonesia. Saat ini Indonesia masih dalam proses menjadi ANB dai IIW. Untuk lebih jelasnya mungkin pak Sabandi bisa menjelaskan lebih detailnya..karena beliau komandanya untuk proses ini.


dhian rachmawan

inform tdak berlaku untuk semua migas memang untuk WI sebaiknya berstandart internasional baik itu CWI CSWIP.Karena kapan lalu saya juga mendapatkan  peluang kerja di salah satu oil compani PMA hanya bermodalkan WI ITS aja.Yang terpenting bagi kita yang mempunyai cert WI bisa berkomunikasi dalam B.Inggris karena pembacaan  Code menggunakan B.Ingg.


Ab Mahendra

Kalau menurut saya sertifikat competency Welding Enginer yang dikeluarkan oleh BNSP memang sudah diakui tetapi mungkin saja  masih dalam ruang lingkup Nasional atw blm sepenuhnya diakui secara Global seperti Cswip atw NACE, etc yang memang sudah diakui di dunia pengendalian korosi.  apalagi anda mungkin saja bekerja di Perusahaan Asing yang menganggap bahwa para Trainer dan Instruktur dari luar memang lebih kompeten di bidangnya sedangkan BNSP sendiri belum mempunyai pakar2 atw ahli yang bergerak di bidang pengendalian korosi secara spesifik. sekian dan terima kasih.


Age


Pak Dhian & Pak Mahendra,
Terima Kasih atas tanggapannya.
Cuma denger2 untuk WI BNSP mau kerja sama dengan Australia standard, apakah betul? Sebetulnya sertifikasi BNSP ikut standart yang mana US/BS/AS..? di http://www.bnsp.go.id/ belum saya temukan mengenai ini..
Terima Kasih.


Kiagus Ismail Hamzah Mahbor

Memang certificate BNSP sdh diakui, tapi pertanyaannya oleh siapa?
Kalau sertifikasi diakui oleh dunia industri MIGAS baik nasional maupun internasional, itu akan bermanfaat sekali.
Saya gak pernah melihat iklan lowongan WI yg persyratan harus bersertifikasi BNSP, justru yg sering saya lihat adalah persyaratan WI lulusan dari B4T (utk skala lokal/indonesia)
jadi percuma aja Sertifikasi WI BNSP.....buang2 uang dan waktu serta tenaga...
saya akan tabik kepada BNSP, bila sertifikasi WI BNSP diakui seperti CWI atau CSWIP.....(mimpi aja lu zah...). bisa gak BNSP seperti IMM malaysia, yg misalnya kalau ingin bekerja sebagai painting Inspetor di malaysia harus IMM certified?

DARMAYADI

Pak Hamzah..

Sekarang uuntuk WI yang di B4T juga sudah mengikuti aturan BNSP..
Yang menjadi pertanyan sekarang, anda sebagai praktisinya mau mengakui tidak?


soegijarto den

Sebetulnya nggak perlu dipermasalahkan, kita ikuti aja, kalau aturan itu belum diterapkan ya udah nggak masalah. Tidak semua perusahaan ingin / mau mensertifikatkan WInya di BNSP, ujung ujungnya minta tambahan tunjangan karena sudah ber BNSP, tanpa BNSP aja mereka sudah bisa kerja dengan baik/mumpuni. WI di Indonesia ini khan hebat, hanya berbekal sertifikat WI + pengalaman sudah dapat bekerja sebagai Welding Engineer / WE ( materi yang diberikan terlalu banyak, teoritis dan perhitungan, diajari buat / praktek PQR-WPS dsb) Sebetulnya yang praktis praktis saja sesuai dengan kerjanya, Verifikasi dilapangan sesuai dengan Drawing, WPS, Proses, demensi pengelasan dll.
Seandainya BNSP ada sebelum bermunculan ratusan atau ribuan WI  itu lebih baik. Seolah olah ada peluang untuk menyerap uang dengan alasan sertifikasi. Menurut saya WI yang sudah lulus tanpa ber BNSP biarkan aja jalan, yang akan lulus / masih training setelah aturan BNSP keluar harus disertifikasi BNSP. Nah dari sini perusahaan bila merekrut WI akan tahu  ber BNSP atau tidak sesuai dengan kemampuan memberi upah, tentunya yang ber BNSP minta upah lebih besar dari pada yang tidak BNSP ( Bayar training WI sendiri BNSP bayar lagi, sekian tahun harus perpanjangan, wajar khan..) Yang parah lagi tidak semua perusahaan tahu apa itu BNSP. ditanya punya WI berapa ? malah balik tanya apa itu WI. (Perlu sosialisasi)  Bila dari sisi perusahaan, SDM termasuk WI sudah tahu dan ngerti, misal PT "A" memasang iklan butuh WI yang sertifikat BNSP, PT "B"demikian juga, akhirnya mau nggak mau WI yang belum ber BNSP tentunya akan mensertifikatkan diri ke BNSP.
Kalau saya bandingkan dengan Ahli Keselamatan Kerja ( AK3 ) dari Depnakertrans. memang ada aturannya / Peraturan Menteri. Bila seseorang lulus dari training AK3 akan diberi sertifikat Calon AK3 dan setelah sekian lama berpengalaman dan telah dibuktikan dengan membuat report sesuai keahlianya akan diberi surat penunjukan sebagai Ahli K3 oleh salah satu direktur dari Depnakertrans. setiap 3 tahun harus diperbarui.


Age

Dear milister semua..
Mungkin di milis ini ada orang BNSP yang bisa memperjelas & memberi tanggapan..? Bagaimana ttg program2nya?
Saya dengar di M'sia & S'pore juga ada badan spt ini tapi berbeda dg BNSP, mereka diakui & punya kekuatan di areanya masing2. Bagimana dg BNSP ini sendiri?
Apakah memang udah siap BNSP untuk mensertifikasi di semua bidang professionalisme?
Mungkin kalo hanya ttg pengeluaran sertifikat, mungkin sudah siap, tapi apakah hanya sebatas itu..? Apakah ada usaha dari BNSP sendiri agar diakui (professionalismenya) oleh International Company yg berada di Indonesia saja..?
Terima kasih & Salam Semua.


soffan Rahdiyan

Sertifikasi oleh BNSP untuk bidang profesi ini memang bertujuan baik, saya juga setuju tetapi tetapi tentu saja untuk kalangan kita WI, harus jelas dulu apa benefit nya, kalau urusan pengakuan sih itu mengikuti pak Darmayadi,seandinya memang terasa manfaatnya ada (tentunya kesejahteraan) pasti akan berbondong-bondong orang mengikuti, lihat saja sekarang profesi Guru, guru yang sudah punya sertifikat profesi ada tambahan tunjangan, nah untuk WI pun harusnya seperti itu juga. TWI yang mensertifikasi  WI jg lewat CSWIP dan PCN-nya dengan biaya tidak sedikit banyak orang yang megikuti karena ada contoh market yang jelas serta minimum payment yang diharapkan.

Kiagus Ismail Hamzah Mahbor

menyambung pak soffan,
apakah pak sabandi dan darmayadi dapat menjamin minimum payment utk WI yg disertifikasi BNSP sebesar Rp. 5juta/bulan atau $5.000/bulan
kalau BNSP certified Welding Inspector minimum dibayar R. 5 juta /bulan atau lah Rp. 10 juta/bulan, saya pikir sertifikasi WI BNSP adalah tidak perlu, kecuali misalnya WI BNSP kayak CSWIP3.1, yang minimal dapat US$4.000/bulan, maka banyak orang akan ikut WI BNSP aja.....(mimpi kali ye.......).


pje704748

Salam pak Hamzah,

Saya ikut seminar sehari di batam training dgn trainer bpk, waktu minggu lalu. Phakabar pak? Mau tanya kalau WI sertifikat Migas termasuk BNSP?

Terimakasih

DARMAYADI

Pak Hamzah..

Anda mungkin terlalu bangga kalau sudah punya sertifikat CSWIP 3.1
Kemaren saya baru mewawancarai WI CSWIP yang akhirnya saya tidak bisa terima, karena minta gaji terlalu tinggi sementara pengetahuannya cetek banget.
Kalau begitu lebih baik saya membayar WI B4T, walaupun ilmunya pas-pasan..tetapi saya tidak perlu bayar mahal. Toh apasih kehebatan WI yang punya Sertifikasi CSWIP itu?
Tentu masalah gaji tidak ada yang bisa jamin kalau sertifikat BNSP itu harus sekian..karena masalah gaji itu masalah rejeki..
Jadi saran saya..mari kita sosialisasikan WI BNSP, agar tersosialisasi di Industri pengelasan dan pendapatan bisa meningkat..
Saya yakin kalau kita-kita pelaku di lapangan mulai mengakuinya maka kelak para industri akan menggunakannya..
Kalau para WI sekarang yang sudah punya CSWIP 3.1 bangga dengan sertifikatnya sehingga tidak mau mengakui WI WI sertifikat BNSP yah..kapan produk dalam negeri ini bisa berkembang???


Kiagus Ismail Hamzah Mahbor

Pak Darmayadi,

bukannya saya tidak bangga terhadap sertifikasi, tapi real problemnya adalah pihak industri tidak recognize WI BNSP.

Materi ujian CSWIP3.1 adalah basic bagi metallurgist seperti kita, jadi tidak ada rasa bangga apalagi sombong, karena itu merupakan basic pengetahuan kita

dulu, pada saat akan lulus B4T, saya mengikuti ujian sertifikasi WI yang diadakan API (IWS) yang materi ujiannya 90% sama dengan materi ujian CWI-AWS yg diadakan oleh Singapore Welding Society (SWS).
Kalau kita ikut ujian sertifikasi WI di SWS dan lulus, otomatis kita juga tersertifikasi sebagai Certified Welding Inspector (CWI)-AWS
pertanyaan saya bisa gak BNSP atau API (IWS) atau siapalah yang berwenang di negeri ini dibidang inspeksi pengelasan mengadakan ujian sertifikasi nasional welding inspector yang juga diakui oleh internasional? (contohnya seperti yg dadakan oleh SWS), kalau bisa...hal ini tentu akan mebanggakan sekali...

DARMAYADI

Nah, begitu dong..khan enak baca emailnya..Hamzah mungkin kamu bisa memulai dari lingkungan kamu untuk sosialisasi mengenai sertifikasi WI BNSP ini. Saya yakin, kemampuan lulusan WI BNSP jauh lebih baik dari CSWIP, karena materinya cukup lengkap. Kalau masalah pengakuan International, sedang di garap oleh API dan Deprin kerjasama dengan negara lain. Hasilnya tunggu aja.. Mudah2an cepat. Tapi ngomong-ngomong ada nggak perusahaan Indonesia yang ngasih order ke jepang atau eropa?
Kalau ad mungkin pengakuan yang anda harapkan bisa lebih cepat..kalau nggak ada ya..kita usahakan aja melalui deprin dan depnaker untuk membuat aturan agar semua WI yang bekerja di industri konstruksi di Indonesia harus menggunakan tenaga WI yang sudah mempunyai sertifikat BNSP..
Mudah2an bisa ya..

arya di

Sebernarnya ini tidak perlu diberdebatkan, karena semua juga mempunyai kekurangan dan kelebihan. Jujur saya juga lulusan WI B4T, kemudian sempat gagal untuk test CSWIP 3.1 di JKT, tapi Alhamdulillah sekarang sudah lulus setelah retest di Qatar. jadi WI lokal juga bagus sebagai dasar kita sebagai Inspector. Apalagi di tambah triner yang pengalaman seperti Pak Eduard Suryanto dari API Batam, itu lebih mantap lagi. tapi emang saya akui bahwa untuk bekerja di luar negeri, tidak usah jauh-jauh, di Malaysia saja mereka untuk posisi WI pasti menanyakan CSWIP or PCN or API 570, 653, 510 or AWS, kalau tidak punya Cert. ini emang agak susah. Ini sebenarnya masalah pengakuan di International. kalau temen-temen hanya ingin berkarir di lokal, itu cukup dengan WIB4T, WI UI, WI BKI, WI ITS, WI BATAM, atau lainya...tetapi kalau mau mencoba untuk berkarir di luar negeri, sebaiknya ambil juga salah satu minimal cert. itu....ini sebagai info aja...saya percaya bahwa
mencari ilmu dimanapun tidak ada ruginya.


Bimo Pratomo

Sekalian mumpung lagi membicarakan BNSP....

Apakah sudah ada sertifikasi BNSP untuk NDT ?

Saya coba lihat-lihat di www.bnsp.go.id tapi kok sepertinya tidak update.

sabandi@gammabuana

Pa Bimo untuk NDT seingat saya kawan2 dari AUTRI dan APITINDO sedang godok di MIGAS,DEPRINDAG,DEPNAKER dan BNSP semoga cepat matang dan bisa recognize di negara sendiri..

Pa Ramzi gimana kabarnya Autri, moga2 pa Ramzi bisa kasih advice.


Ramzy SA@radiant-utama

Dear all,

Menurut saya ada dua hal yang perlu kita cermati perihal WI BNSP.

Pertama, pola sertifikasi WI BNSP adalah assessment dimana calon WI di assess oleh assessor. Calon baru dinyatakan kompeten sebagai WI bila lulus di assess untuk seluruh modul (BNSP membolehkan calon WI untuk diuji permodul dan tidak ada batasnya kapan mereka harus menyelesaikan seluruh modul, jadi ada calon WI yang mungkin langsung dinyatakan kompeten karena diasses untuk seluruh modul ada yang mungkin nyicil hingga 2 tahun karena si calon hanya mengambil permodul). Ini merupakan suatu perbedaan yang menurut saya cukup significant dengan WI dari LN. WI dari CSWP atau AWS tidak mengatakan sertifikat kompetensi tapi certificate of qualification  (dan kalau anda lihat di wikipedia beda tuh makna dari competence dan qualified)

Kedua, saya yakin bahwa BNSP membuat standard kompetensi ada rujukannya dan mustinya rujukannya ya dari LN, jadi mustinya paling tidak WI BNSP itu harus diakui oleh Negara yang kita rujuki. Atau BNSP juga mempunyai Mutual Recognation Agreement dengan Negara lain yang isinya saling mengakui.

Terlepas dari itu semua saya bangga bahwa kita sudah punya standard kompetensi WI, sebab selama ini pelatihan WI tidak pernah disertai standard kelulusan/kualifikasi ataupun kompetensi. Saya juga WI B4T tahun jebot, kursusnya 3 bulan bahkan waktu itu ada mata pelajaran P4 (pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila) segala lho, ada pelajaran NDT termasuk praktek dsb

 So, segitu saja kometar saya


3 komentar:

  1. mau tanya, apakah ambil WI di batam training center itu bagus.
    wi nya udah bnsp dan pelatihannya cukup lama, silabusnya banyak ada 30 silabus.

    BalasHapus
  2. http://sekolahlasvanovan.com/cswip-3-1-promo-2016/

    http://sekolahlasvanovan.com/cswip-3-2-schedule-2016/

    http://sekolahlasvanovan.com/bgas-cswip-site-coatings-inspector/

    BalasHapus
  3. http://sekolahlasvanovan.com/cswip-3-1-promo-2016/

    http://sekolahlasvanovan.com/cswip-3-2-schedule-2016/

    http://sekolahlasvanovan.com/bgas-cswip-site-coatings-inspector/

    BalasHapus